HOLOPIS.COM, JAKARTA — Pemerintah pusat merespons cepat situasi darurat pascagempa tektonik berkekuatan magnitudo 7,7 yang menghentak wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu pagi. Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi memastikan koordinasi lintas kementerian dan lembaga langsung diaktifkan guna mengantisipasi seluruh dampak kerusakan maupun penyelamatan warga terdampak.
Prasetyo menegaskan bahwa dirinya telah berkomunikasi secara maraton sejak laporan pertama guncangan masuk untuk memastikan kesiapsiagaan operasional di lapangan.
“Dari tadi pagi saya sudah koordinasi dengan Menko PMK (Pembangunan Manusia dan Kebudayaan), Kabasarnas, BMKG, BNPB, dan Gubernur NTT untuk memastikan atensi dan kesiagaan semua unsur di masa-masa awal kejadian ini,” ujar Prasetyo dalam pernyataan tertulis di Jakarta, Sabtu.
Langkah monitoring terpadu terus dilakukan secara berkala. Opsi pergerakan bantuan logistik dan tim medis darurat juga disiapkan jika pemerintah daerah membutuhkan bantuan tambahan secara masif.
Di tengah upaya penanganan bencana yang sedang bergulir, Mensesneg turut mengajak masyarakat di seluruh penjuru Tanah Air untuk ikut memberikan dukungan moral dan doa bagi warga terdampak di NTT.
“Mari kita kirimkan doa untuk saudara-saudara kita di NTT yang tadi pagi mengalami gempa sangat kuat,” katanya.
Guncangan Merembet hingga Lombok, Gelombang Tsunami Terpantau
Guncangan berkekuatan besar yang berpusat di Pulau Flores ini memiliki daya sebar seismik yang sangat luas. Getarannya dilaporkan merambat jauh hingga ke Pulau Lombok di Nusa Tenggara Barat (NTB).
Berdasarkan parameter analisis dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), getaran utama tercatat pada pukul 05.58 WITA. Titik pusat gempa berada di area perairan sebelah utara Mbay, Kabupaten Nagekeo, dengan posisi koordinat 8,33 derajat Lintang Selatan dan 121,32 derajat Bujur Timur pada kedalaman sangat dangkal, yakni 10 kilometer.
Kedangkalan pusat gempa sempat memicu diterbitkannya peringatan dini tsunami oleh BMKG. Sistem deteksi dan pengamatan visual permukaan laut merekam adanya fluktuasi air laut berupa gelombang tsunami minor di beberapa titik pesisir, antara lain:
- Labuan Bajo (NTT): Terdeteksi gelombang setinggi 0,36 meter
- Sikka (NTT): Terdeteksi gelombang setinggi 0,19 meter
- Dompu (NTB): Terdeteksi gelombang setinggi 0,17 meter
Aparat gabungan di tingkat pusat dan daerah saat ini masih bersiaga mengawal proses mitigasi sembari mendata total kerugian fisik serta korban terdampak di lapangan.




💬 Diskusi Pembaca
0 KomentarMasuk dengan akun Google Anda untuk bergabung dalam diskusi:
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan masukan!