Hiburan

Tasyi Athasyia Marah-marah, Ada Apa nih?

Darin Brenda Iskarina
Bagikan:

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Tasyi Athasyia mengungkapkan rasa kesal dan amarahnya di Instagram Story @tasyiiathasyia. Dalam unggahan itu, ia mengaku kesal dengan komentar-komentar netizen di akun Tiktoknya. Menurut Tasyi, media sosial Twitter dipenuhi dengan orang-orang yang toxic.

“Tiktok tuh sebenernya isinya orang-orang umur berapa sih guys, heran banget. Jujur dari semua platform yang paling toxic netizennya di sana sih kalau di aku,” kata Tasyi, dikutip Holopis.com, Minggu (28/1).

Tasyi pun menebak apakah hal tersebut karena video Tiktok diberikan kepada netizen secara acak tanpa menyesuaikan apa preferensi mereka, sehingga ia mendapatkan komentar-komentar buruk di sana.

“Kaya ada bapak-bapak, bocil, atau siapapun tiba-tiba liat video gue kita dan komen,” kata Tasyi.

Ternyata, hal ini dipicu dengan komentar-komentar negatif dari netizen Tiktok di salah satu vide makeup Tasyi. Dalam cuplikan Tiktok itu, riasan Tasyi di wajahnya dinilai terlalu menor dan membuat warganet Tiktok kaget.

" data-video-id="7328247482381503749" data-embed-from="oembed" style="max-width: 605px;min-width: 325px;" >
@tasyiiathasyia

yang Mau tirus nanti beli ciput buatan aku yaaa Check IG tash_collection ???? coming in february ???? #transisi #makeup #tasyiathasyia #transition

♬ original sound – Osama????Aslan

“Kak Tasyi coba sesekali make up flawless natural gitu kak,” kata @Amaranggana.

“Kok kaget sih gue,” kata @Khusnul.

“Pas transisi, bukan terpukau tapi shock,” kata @MayaNadineSmith.

“Netizen Tiktok jujur-jujur mungkin ya,” kata @cicisusi.

Sementara itu, para warganet di kolom komentar akun Instagram, @lambe_turah, juga memiliki pendapat yang berbeda-beda. Ada yang menilai komentar warganet Tiktok biasa saja, dan menilai Tasyi tak seharusnya memilki akun media sosial jika tidak mau dikritik.

?utm_source=ig_embed&utm_campaign=loading" data-instgrm-version="14" style=" background:#FFF; border:0; border-radius:3px; box-shadow:0 0 1px 0 rgba(0,0,0,0.5),0 1px 10px 0 rgba(0,0,0,0.15); margin: 1px; max-width:658px; min-width:326px; padding:0; width:99.375%; width:-webkit-calc(100% - 2px); width:calc(100% - 2px);">

“Ya masa setiap jiwa dan raga harus satu frekuensi mbak,” kata @iraaaberyl

“Pengennya dipuji doang ni manusia,” kata @nfaist29.

“Solusinya satu mbak, jangan main sosmed,” kata @annakhairunissa.

ARTIKEL TERKAIT