Hiburan

Brand Neutrogena Minta Maaf Usai Dihujat Karena ‘Sakiti’ Mendiang Hayden Panettiere

Darin Brenda Iskarina
Bagikan:

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Neutrogena akhirnya buka suara setelah merek perawatan kulit tersebut mendapat kecaman terkait perlakuannya terhadap mendiang aktris Hayden Panettiere. Pernyataan itu muncul beberapa hari setelah Hayden meninggal dunia pada usia 36 tahun dan cerita mengenai berakhirnya kerja sama mereka kembali menjadi sorotan.

Hayden sebelumnya mengungkap dalam memoarnya, This Is Me: A Reckoning, bahwa hubungan profesionalnya dengan Neutrogena berakhir setelah ia terbuka mengenai perjuangannya menghadapi depresi pascamelahirkan. Ia juga menceritakan pengalaman tersebut dalam wawancara podcast bersama Jay Shetty pada Mei lalu.

Neutrogena sendiri menjalin kerja sama dengan Hayden selama sekitar satu dekade. Sang aktris menjadi wajah merek tersebut sejak masih remaja dan tampil dalam berbagai iklan produk, termasuk pembersih wajah, sikat pembersih, serta pelembap.

Dalam pernyataan terbarunya, Neutrogena mengaku menyesal karena membuat Hayden merasa tidak mendapat dukungan ketika berada dalam masa sulit.

“Kami sangat berduka atas kepergian Hayden Panettiere. Selama lebih dari satu dekade, Hayden merupakan bagian berharga dari komunitas Neutrogena,” tulis pihak Neutrogena dalam pernyataannya, dikutip Holopis.com, Jumat (21/8).

Hayden Pernah Ungkap Kontrak Berakhir Usai Bicara Depresi Pascamelahirkan

Dalam memoarnya, Hayden mengungkap bahwa dirinya mengalami depresi pascamelahirkan setelah melahirkan putrinya, Kaya, pada 2014. Ia menggambarkan kondisi tersebut sebagai pengalaman emosional yang sangat berat.

Hayden kemudian menceritakan bahwa keterbukaannya mengenai kondisi tersebut berdampak pada hubungannya dengan Neutrogena. Dalam wawancara bersama Jay Shetty, ia mengatakan pembicaraan mengenai depresi pascamelahirkan berkaitan dengan klausul moral dalam kontraknya.

Menurut Hayden, saat itu perwakilannya sempat menyatakan bahwa perusahaan tidak dapat begitu saja memutus kontrak hanya karena dirinya membicarakan kondisi kesehatan. Namun, kerja sama tersebut akhirnya tidak diperpanjang ketika masa kontraknya berakhir.

Kisah tersebut kembali ramai setelah kematian Hayden. Kritik terhadap Neutrogena bermunculan di media sosial dan sejumlah pengguna bahkan menyerukan boikot terhadap merek tersebut.

Menanggapi kontroversi itu, Neutrogena menyatakan bahwa perlakuan mereka terhadap Hayden tidak mencerminkan nilai yang ingin mereka pegang.

“Kami bangga pernah bekerja sama dengannya dan memahami bahwa kami membuatnya merasa tidak didukung dalam masa yang sangat sulit. Ini bukanlah gambaran dari apa yang diperjuangkan Neutrogena atau sosok perusahaan yang kami inginkan,” demikian pernyataan perusahaan.

Neutrogena juga mengatakan akan melakukan investasi signifikan melalui mitra kesehatan komunitas yang telah lama bekerja sama dengan mereka untuk mendukung isu kesehatan perempuan. Perusahaan berjanji memberikan informasi lebih lanjut mengenai program tersebut setelah rencananya siap.

Pihak Neutrogena menjelaskan bahwa mereka sebelumnya menunda memberikan pernyataan mengenai Hayden karena ingin menghormati keluarga dan orang-orang terdekat sang aktris. Mereka juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga Hayden dan seluruh orang yang menyayanginya.

ARTIKEL TERKAIT