Sulsel

Sosok Nila, Gadis Belia yang Terpilih Jadi Peserta Sekolah Rakyat Presiden Prabowo

Rio Anthony
Bagikan:

MAKASSAR – Gadis belia bernama Naila (13), siswi kelas 6 SD Panyikkokang Toddopuli III di Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), tak berhenti mengucap syukur dan bahagia.

Pasalnya, Naila terpilih sebagai salah satu calon peserta didik Sekolah Rakyat, program pendidikan yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto untuk anak-anak yang kurang mampu di Indonesia.

Naila yang ditemui di kediamannya di Jalan Pandang 4, Kelurahan Pandang, Kecamatan Panakkukang, Kamis (8/5) itu, mengaku masih tak percaya bisa lolos menjadi peserta program ini.

“Senang dan terharu bisa terpilih untuk sekolah di Sekolah Rakyat,” ucap Naila.

Naila mengaku bukan dirinya yang mendaftar ke sekolah tersebut, namun kerabatnya bernama Bambang.

Selang berapa lama kemudian, tim dari Kementerian Sosial (Kemensos) datang langsung ke rumah dan mengabarkan bahwa ia resmi terpilih.

“Saya tidak menyangka bisa terpilih,” jelas anak kedua dari tiga bersaudara ini.

Naila menyatakan kesiapannya untuk mengikuti semua proses termasuk tinggal di asrama Sekolah Rakyat. Ia juga mengungkapkan impiannya untuk menjadi seorang guru.

“Cita-cita saya mau jadi guru agar bisa mengajar juga,” ucapnya dengan penuh percaya diri.

Naila berharap suatu hari nanti bisa bertemu langsung dengan Presiden Prabowo untuk menyampaikan rasa terima kasihnya.

“Saya ingin ucapkan terima kasih langsung ke Pak Presiden karena sudah kasih saya kesempatan ini,” katanya penuh haru.

Sebagai informasi kondisi rumah yang ditinggali Naila bersama keluarganya sangat memprihatinkan.

Bangunan berukuran 8 x 13 meter itu berdiri di atas panggung kayu yang sudah lapuk. Dindingnya terbuat dari seng berkarat, atapnya tambalan di sana-sini, dan lantainya berlubang di beberapa titik.

Tampak di bagian depan rumah, tumpukan kardus dan barang bekas yang diduga menjadi salah satu sumber penghasilan keluarga.

Beberapa pakaian dan barang pribadi digantung seadanya di dinding seng. Listrik tersedia, namun dengan instalasi yang tidak aman.

Sementara Ayah Naila, Syamsul (37), bekerja sebagai buruh bangunan. Ia mengaku sangat bersyukur atas kesempatan yang didapat anaknya.

“Terima kasih banyak kepada Pak Presiden. Saya juga kaget, karena kemarin tiba-tiba banyak orang datang ke rumah,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan bahwa tanah tempat mereka tinggal bukan milik pribadi, melainkan menumpang di lahan milik seseorang bernama Wahab.

“Pak Wahab minta tinggal di tanahnya dan jaga saja,” ungkap Syamsul.

ARTIKEL TERKAIT