Ragam

Menag Nasaruddin Umar: Doa dan Kerukunan Jadi Benteng Ketahanan Bangsa

Muhammad Ibnu Idris
Bagikan:

JAKARTA – Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menilai kekuatan spiritual dan kerukunan antarumat beragama memiliki peran penting dalam menjaga ketahanan bangsa Indonesia di tengah berbagai gejolak global.

Menurut Nasaruddin, ketahanan nasional tidak semata-mata ditentukan oleh kekuatan ekonomi maupun aspek fisik. Rasa syukur, persatuan, kebersamaan, serta kehidupan spiritual masyarakat juga menjadi bagian penting dalam menjaga Indonesia tetap tangguh menghadapi berbagai tantangan.

Hal tersebut disampaikan Nasaruddin saat memberikan sambutan dalam acara Doa Keselamatan Bangsa, Zikir Kebangsaan, dan Haul Pendiri NKRI dalam rangka memperingati HUT ke-81 Republik Indonesia di Masjid Istiqlal, Jakarta, Minggu (9/8/2026).

“Kita sangat memerlukan doa berjamaah untuk keselamatan bangsa kita. Di negara-negara lain, masyarakat dunia mengakui bahwa Indonesia memiliki ketahanan yang sangat baik sehingga tidak terdampak jauh dari krisis yang saat ini melanda dunia. Ini adalah hal yang wajib kita syukuri bersama atas izin Allah SWT,” ujar Nasaruddin.

Ia mengatakan, kemampuan Indonesia mempertahankan pertumbuhan ekonomi di atas 5 persen di tengah negara-negara G20 patut disyukuri. Namun, menurutnya, capaian tersebut harus diikuti dengan upaya menjaga persatuan dan keharmonisan kehidupan sosial maupun keagamaan.

Nasaruddin juga menilai Indonesia memiliki simbol kerukunan yang mendapat perhatian dunia, salah satunya Terowongan Silaturahim yang menghubungkan Masjid Istiqlal dengan Gereja Katedral Jakarta.

“Yang paling terkenal di sini adalah Terowongan Silaturahim yang menghubungkan dua rumah ibadah, satu-satunya di dunia. Setiap kali ada tamu negara, kunjungan pertama yang dikunjungi sesudah Istana Negara adalah simbol harmoni ini. Ini membuktikan bahwa Indonesia adalah rujukan dunia dalam toleransi dan kerukunan,” tegasnya.

Menurut Nasaruddin, keberadaan Terowongan Silaturahim tidak hanya menjadi bagian dari infrastruktur kawasan Istiqlal dan Katedral. Simbol tersebut juga menunjukkan bahwa perbedaan keyakinan dapat berjalan berdampingan dalam semangat persaudaraan dan kebangsaan.

Karena itu, momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI dinilai tepat untuk memperkuat kembali komitmen terhadap persatuan, toleransi, dan ketahanan spiritual masyarakat.

Nasaruddin mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak hanya mengandalkan kekuatan fisik dan ekonomi dalam menghadapi tantangan zaman, tetapi juga memperkuat ikhtiar batin melalui doa serta membangun hubungan sosial yang harmonis.

“Saya mengajak seluruh masyarakat untuk terus merawat toleransi, memperkuat sinergi sosial, serta menguatkan ikhtiar batin agar bangsa Indonesia selalu berada dalam lindungan Tuhan Yang Maha Esa dan tangguh menghadapi berbagai tantangan zaman,” pungkasnya.

ARTIKEL TERKAIT