Jejak Sejarah Indonesia di Jantung Belanda, Ziarah Penuh Makna di Oud Eik en Duinen

0 Shares

BELANDA – Ketika berada di Den Haag, ibu kota pemerintahan Belanda, kebanyakan pelancong berburu keindahan istana, museum seni, atau kanal-kanal yang menawan. Namun, ada satu destinasi yang menawarkan pengalaman wisata yang jauh lebih dalam dan reflektif Pemakaman Umum Oud Eik en Duinen.

Seperti yang dilakukan oleh tokoh negara Presiden Prabowo Subianto di sela-sela kunjungan resminya, ziarah ke tempat peristirahatan ini bukan sekadar agenda pribadi, tetapi juga sebuah perjalanan menelusuri ikatan sejarah yang kompleks antara Indonesia dan Belanda.

Berdiri sejak tahun 1247 dengan sisa-sisa reruntuhan kapel abad ke-13 yang masih berdiri megah, Oud Eik en Duinen bukanlah tempat peristirahatan biasa. Tempat ini adalah salah satu pemakaman tertua dan paling bersejarah di Belanda, yang kini dikelola sebagai taman yang tenang dan penuh aura.

Bagi para penikmat wisata sejarah dan arsitektur, tempat ini menawarkan pemandangan yang kaya, seperti reruntuhan Kapel Medieval. Sisa-sisa kapel kuno yang menjadi situs ziarah Katolik sejak dahulu kala. Selain itu, tempat ini juga menawarkan keindahan alam yang asri. Pepohonan tua, termasuk ek dan beech yang berusia ratusan tahun, menciptakan suasana damai dan kontemplatif.

Kemudian terdapat juga banyak monumen bersejarah. Pemakaman ini dipenuhi dengan makam-makam megah dan artistik dari abad ke-19, menjadi rumah bagi tokoh-tokoh penting Belanda, mulai dari penulis legendaris seperti Louis Couperus hingga mantan Perdana Menteri Willem Drees.

Sesuatu yang membuat Oud Eik en Duinen memiliki resonansi khusus bagi wisatawan Indonesia adalah kehadiran makam-makam yang menjadi bagian tak terpisahkan dari sejarah Tanah Air. Banyak warga Indonesia yang memiliki garis keturunan atau kaitan sejarah dengan periode kolonial yang dimakamkan di sini.

Bagi sebagian orang, ziarah ke Oud Eik en Duinen adalah kesempatan untuk menghormati leluhur atau tokoh-tokoh yang berperan dalam sejarah keluarga maupun nasional yang memilih Belanda sebagai tempat peristirahatan terakhir.

Kunjungan Presiden Prabowo untuk berziarah ke makam kakek dan neneknya di sini adalah contoh nyata bahwa di tengah kesibukan diplomasi, jejak pribadi dan sejarah keluarga tetap menjadi prioritas. Hal ini menggarisbawahi pentingnya pemakaman ini sebagai simpul yang menghubungkan dua bangsa melalui kisah dan kenangan.

Mengunjungi Pemakaman Umum Oud Eik en Duinen adalah sebuah undangan untuk merenung. Ini adalah kesempatan langka untuk berjalan di antara sejarah, menyentuh masa lalu yang terjalin erat, dan menemukan ketenangan di tengah keindahan alam Den Haag.

Ini bukan sekadar kunjungan wisata, melainkan ziarah budaya yang akan meninggalkan kesan mendalam tentang bagaimana sejarah Indonesia dan Belanda bersemayam bersama di jantung kota ini.

0 Shares
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Dede Suhadi
Tim Penulis & Editor
Dede Suhadi

BACA LAINNYA

Holopis UMKM
DKI JAKARTA
☀️ 🌙
00:00:00
Memuat Tanggal...
MEMUAT
-
---- H
MEMUAT 00:00
-- : -- : --
Waktu Dhuha --:-- — --:--

YANG BARU