Polhukam
Jaksa Agung Tunda Penanganan Kasus Cakada Sampai Pilkada Rampung
HOLOPIS.COM, JAKARTA – Kejaksaan Agung memastikan tidak akan melanjutkan perkara yang berkaitan dengan para calon kepala daerah (Cakada) hingga Pilkada Serentak selesai dilakukan.
Hal tersebut dikonfirmasi langsung oleh Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung, Harli Siregar. Menurutnya, kebijakan yang dilakukan tersebut sesuai dengan aturan Jaksa Agung yang diterbitkan lewat surat edaran beberapa waktu lalu.
“Aturan itu masih berlaku sampai selesai pelaksanaannya (Pilkada Serentak),” tutur Harli saat dikonfirmasi di Jakarta, Selasa (27/8) seperti dikutip Holopis.com.
Dalam hal ini, Jaksa Agung beranggapan jika penundaan penanganan kasus terkait kepala daerah itu penting untuk dilakukan. Salah satunya dilakukan untuk mencegah terjadinya kampanye hitam lawan politiknya di tempat bertarung.
Selain itu, Jaksa Agung mengingatkan Kejaksaan sebagai salah satu sub-sistem dalam Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu), untuk aktif, kolaboratif, dan koordinatif dalam setiap penanganan laporan pengaduan tindak pidana umum maupun tindak pidana khusus yang melibatkan para peserta pemilu.
Kendati demikian, menurut Harli, jika Pilkada Serentak sudah selesai digelar pemerintah, maka proses hukum akan dilanjutkan lagi terhadap para kandidat yang bermasalah.
“Jadi misalnya jika pemilihan legislatif sudah selesai, proses hukumnya bisa dilanjutkan,” tandasnya.
ARTIKEL TERKAIT
- Kejagung Geledah Rumah Suami Sandra Dewi
- Petugas TPS Pakai Seragam Ala Timnas Sepakbola Indonesia
- Eddy Tansil Buronan Legendaris 3 Dekade, Harta Karun Rp82 Miliar Masih Terkuak Satu per Satu
- Andra Soni Kampanye di Malingping, Dukung Penuh DOB di Banten
- Korupsi Pencucian Uang PT Duta Palma Group, Kejaksaan Sita Rp 288 Miliar