Ekobiz
IHSG Terperosok, OJK Yakin RI Tetap Jadi Tujuan Investasi
HOLOPIS.COM, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang belakangan ambruk merupakan imbas dari kebijakan Presiden RI Amerika Serikat (AS), Donald Trump yang terbilang cukup agresif.
Bahkan setelah pemerintah meresmikan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) pun, indeks saham nasional itu masih tak kunjung membaik. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pun menyadari hal tersebut.
Namun, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan, Derivatif, dan Bursa Karbon (KE PMDK) OJK, Inarno Djajadi mengatakan, pihaknya menyadari arus modal asing baik masuk atau keluar merupakan bagian dari dinamika pasar keuangan global saat ini.
“Meskipun volatilitas jangka pendek tidak dapat dihindari, kami tetap optimis bahwa Indonesia akan terus menjadi tujuan investasi yang menarik bagi investor domestik maupun asing,” ujarnya dalam keterangan tertulis, seperti dikutip Holopis.com, Minggu (9/3).
Menurutnya, fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat, didukung oleh konsumsi domestik yang solid, stabilitas sektor keuangan, serta kebijakan yang proaktif dari pemerintah dan regulator.
“Hal ini didukung oleh pertumbuhan ekonomi yang solid, reformasi struktural, serta berbagai peluang investasi yang menjanjikan,” sebutnya.
Untuk itu, OJK bersama dengan Kementerian Keuangan, Bank Indonesia dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), terus mengambil langkah-langkah strategis untuk meningkatkan kepercayaan pasar dan menarik investasi jangka panjang.
Upaya ini mencakup peningkatan likuiditas pasar, penguatan tata kelola perusahaan, peningkatan transparansi, serta promosi pasar modal Indonesia sebagai destinasi investasi yang menarik.
“Fokus utama kami adalah menjaga stabilitas, meningkatkan kepercayaan investor, dan memastikan perkembangan pasar modal yang berkelanjutan,” pungkasnya.
ARTIKEL TERKAIT
- IHSG Terkoreksi Karena Outlook Moody’s, Purbaya Nilai Reaksi Pasar Berlebihan
- IHSG Bergerak Positif, Diikuti Kapitalisasi Pasar yang Meningkat
- Ramalan Purbaya Meleset, IHSG Tak Mampu Tembus Level 9.000 di Akhir 2025
- Akhiri Tren Merah Merona, IHSG Diramal Bergerak Rebound di Awal Pekan Ini
- Ini Deretan Saham Paling Gacor Sepekan Kala IHSG Pecah Rekor