Lingkungan
Hotspot Ada di Konsesi Sawit, Apakah Perusahaan Pasti Jadi Biang Karhutla? Ini Kata Guru Besar IPB
HOLOPIS.COM, JAKARTA – Hotspot terdeteksi di konsesi sawit bukan berarti perusahaan jadi penyebab karhutla. Guru Besar IPB minta data diverifikasi di lapangan.
Munculnya titik panas atau hotspot di kawasan konsesi perkebunan sawit kerap dikaitkan dengan dugaan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Namun, keberadaan hotspot di dalam konsesi ternyata tak bisa langsung dijadikan bukti bahwa perusahaan menjadi penyebab kebakaran.
Guru Besar IPB University Prof. Yanto Santosa mengingatkan masyarakat agar tidak terburu-buru menarik kesimpulan hanya berdasarkan data titik panas dari satelit.
Menurut Yanto, hotspot merupakan lokasi yang terdeteksi sensor satelit memiliki anomali suhu atau energi termal dibandingkan kondisi di sekitarnya.
Artinya, data tersebut belum otomatis menunjukkan adanya kebakaran yang sudah terkonfirmasi di lapangan.
“Tidak setiap hotspot dapat langsung diterjemahkan sebagai kebakaran yang telah terkonfirmasi,” ujar Prof. Yanto.
Ia menjelaskan, terdapat sejumlah faktor yang perlu diperhatikan ketika membaca data hotspot.
Di antaranya tingkat kepercayaan data, jenis sensor yang digunakan, waktu lintasan satelit, kondisi awan atau asap, hingga kemungkinan adanya sumber panas lain yang bukan berasal dari kebakaran.
Karena itu, verifikasi lapangan menjadi penting, terutama apabila data tersebut hendak digunakan untuk menentukan luas kebakaran, asal api, maupun pihak yang dianggap bertanggung jawab.
Prof. Yanto secara khusus menyoroti anggapan bahwa hotspot yang berada di dalam wilayah konsesi otomatis menunjukkan perusahaan sebagai penyebab karhutla.
Menurutnya, hubungan antara lokasi titik panas dan penyebab kebakaran harus dibuktikan melalui analisis lebih lanjut.
“Secara spasial, hotspot yang berada di dalam suatu konsesi memang menunjukkan adanya deteksi termal pada lokasi tersebut. Namun hubungan sebab-akibat tetap harus dibuktikan,” katanya.
ARTIKEL TERKAIT
- Terkait Sengketa Minyak Sawit, Indonesia Desak UE Segera Implementasikan Putusan WTO
- Heboh! Beredar Daftar 50 Perusahaan Kawasan Hutan Dikaitkan dengan Kasus Febrie, Benarkah Jadi Pengisi Brankas?
- Kebun Sawit Rakyat Kemuning Inhil Diduga Direbut Negara Lewat Klaim Kawasan Hutan, DPR RI Diminta Turun Tangan
- Karhutla Mengancam, 95 Masyarakat Peduli Api Disiapkan di 6 Provinsi
- APCASI Ungkap Penyakit Kronis Industri Sawit: Pengusaha Ketagihan Ekspor CPO Mentah Demi Cuan Cepat