Ragam

Gempa bumi di Bitung, Sejumlah Bangunan Alami Kerusakan

Ronald Steven
Bagikan:

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Gempa bumi tektonik dengan kekuatan magnitudo 7,6 mengguncang wilayah laut di tenggara Kota Bitung, Provinsi Sulawesi Utara pada Kamis, (2/4).

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan, pusat gempa berada pada koordinat 1,25 LU dan 126,25 BT dengan kedalaman 62 kilometer.

“Guncangan dirasakan sangat kuat selama 10 hingga 20 detik di Kota Bitung dan sekitarnya, serta juga dirasakan kuat di Kota Ternate, Provinsi Maluku Utara, yang menyebabkan masyarakat panik dan berhamburan keluar rumah,” kata Abdul Muhari dalam keterangannya yang dikutip Holopis.com.

Hingga pukul 07.00 WIB, tercatat dua gempa susulan masing-masing berkekuatan magnitudo 5,5 pada pukul 06.07 WIB dan magnitudo 5,2 pada pukul 06.12 WIB. Kedua gempa susulan tersebut berpusat di laut dan tidak berpotensi tsunami, namun tetap dirasakan oleh masyarakat di wilayah terdampak.

Dampak awal yang berhasil dihimpun menunjukkan adanya kerusakan ringan hingga sedang di wilayah Kota Ternate. Sebanyak satu unit tempat ibadah (gereja) di Kecamatan Pulau Batang Dua dilaporkan terdampak, serta dua unit rumah di Kelurahan Ganbesi, Kecamatan Ternate Selatan mengalami kerusakan.

Sementara itu, di Kota Bitung, pendataan masih terus dilakukan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat.

Terkait dengan korban jiwa, Abdul belum bisa memastikannya karena masih memerlukan proses verifikasi lebih lanjut.

“Saat ini kami masih memvalidasi informasi korban meninggal dunia dengan Basarnas dan BPBD. Akan kami informasikan kembali jika sudah ada updatenya,” ucapnya.

Sehubungan dengan hal tersebut, Abdul menghimbau masyarakat, khususnya yang berada di wilayah pesisir Sulawesi Utara dan Maluku Utara, untuk tetap menjauhi pantai dan tidak kembali ke area rawan sebelum ada pernyataan resmi aman dari pemerintah.

“Masyarakat juga diminta untuk tetap tenang, mengikuti arahan dari aparat setempat, serta tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Pemantauan dan pembaruan informasi akan terus dilakukan sesuai perkembangan situasi di lapangan,” imbaunya.

ARTIKEL TERKAIT