Polhukam

Disebut Mirip Soekarno, Prabowo Dinilai Mampu Bawa RI Jadi Negara Besar dan Kuat

Khoirudin Ainun Najib
Bagikan:

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Menteri Pertahanan (Menhan) RI, Prabowo Subianto digadang-gadang oleh sejumlah pihak sebagai sosok yang mampu memulihkan status Indonesia sebagai Macan Asia, seperti saat kepemimpinan Presiden Soekarno.

Hal itu tercermin dari sikap Prabowo ketika menjawab pertanyaan – pertanyaan Kritis dari perwakilan negara lain, terkait usulan perdamaian antara Ukraina dan Rusia yang disampaikannya dalam KTT Pertahanan Dialog Shangri-La di Singapura pada pekan lalu.

“Pemaparan usulan perdamain dan penjelasannya soal Resolusi Konflik terlihat jelas bahwa Prabowo sedang menjaga wibawa Negara Republik Indonesia,” kata Ketua Umum Jaringan Merah Putih 08, Poltak Agustinus Sinaga dalam keterangan tertulisnya, Selasa (6/6) yang dikutip Holopis.com.

Pun terkait usulan perdamaian yang ditawarkan Prabowo, menurut Poltak, telah memenuhi kaidah dan prinsip-prinsip hukum internasional. Usulan perdamaian tersebut juga dinilai sebagai bagian dari Politik Internasional Indonesia yang Bebas dan Aktif.

“Dalam hal ini, kita sebagai anak bangsa harus Dukung langkah Prabowo yang membawa prinsip perdamaian dunia terkait politik Internasional Indonesia yang bebas aktif,” kata Poltak.

Dia menilai sikap dan komitmen Prabowo dalam gelaran KTT tersebut mengobati kerinduan Rakyat Indonesia atas sosok Diplomasi Soekarno yang membuat Indonesia menjadi Macan Asia.

“Ini semakin memperjelas serta menunjukkan Kelas, kapasitas dan kapabilitas prabowo dalam membaca geopolitik internasional,” jelasnya.

Lebih lanjut, Poltak menyebut bahwa pengalaman militer Prabowo membawa keunggulan tersendiri bagi Prabowo dibanding capres lainnya. Sebab, pengalaman tersebut membuat Prabowo mampu membaca dan membuat kebijakan internasional yang tepat bagi indonesia.

“Saya yakin prabowo memiliki semua kelebihan untuk melindungi kepentingan indonesia dalam kancah perang rusia vs barat di ukraina, dan juga potensi konflik militer diregional asia antara china, korut dengan korsel, jepang dan amerika,” tuturnya.

Sebagaimana diketahui, peta konflik internasional merupakan hal yang sangat berpengaruh terhadap stabilitas politik di dalam negeri. Untuk itu, menurutnya, Indonesia perlu sosok pemimpin tangguh, yang mampu membaca gejala dalam jelaga guna melindungi kepentingan indonesia di regional.

Dia pun meyakini, Indonesia mampu menjadi negara besar dan kuat di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto.

“Indonesia pasti jadi negara besar dan kuat dalam kancah internasional yg secara ekonomi pondasinya sudah diletakkan oleh presiden jokowi, dan hanya Prabowo Subianto orang yang paling tepat melanjutkannya,” pungkasnya.

ARTIKEL TERKAIT