Jatim
Bukan Bom! Polisi Ungkap Sumber Ledakan di RM Nasi Tempong Surabaya
HOLOPIS.COM, SURABAYA – Polisi mengungkap fakta terbaru di balik ledakan keras yang terjadi di RM Nasi Tempong Sri Dewi, kawasan San Antonio, Pakuwon City, Surabaya. Tiga tabung LPG berkapasitas 50 kilogram ditemukan di lokasi, namun polisi memastikan ketiganya tidak meledak.
Dugaan sementara, ledakan terjadi akibat kebocoran gas yang kemudian terpicu di dalam ruangan. Polisi juga memastikan tidak menemukan bahan peledak di lokasi kejadian.
Kapolrestabes Surabaya Kombes Luthfie Sulistiawan mengatakan, terdapat tiga tabung LPG di lokasi kejadian. Dua tabung berwarna oranye, sementara satu lainnya berwarna putih.
Ketiganya memiliki kapasitas yang sama, yakni 50 kilogram.
“Tiga buah LPG masing-masing 50 kilogram. (Sumbernya) rumah makan tempong (Sri Dewi),” ujarnya di lokasi kejadian, Selasa (6/10/2026).
Namun, Luthfie menegaskan bahwa tabung-tabung tersebut tidak mengalami ledakan.
Menurut dugaan awal polisi, gas justru bocor dari saluran atau pipa yang terhubung dengan tabung LPG tersebut.
Kondisi tiga tabung LPG itu kini sudah kosong.
Luthfie mengatakan, gas di dalam seluruh tabung telah keluar sehingga kondisi di lokasi untuk sementara dinilai lebih aman.
“Ya, sudah dipastikan bahwa untuk saat ini ketiga LPG itu juga sudah kosong ya, artinya memang gasnya sudah keluar semua dan mudah-mudahan semuanya aman,” katanya.
Meski demikian, polisi masih melakukan pendalaman untuk memastikan secara lengkap bagaimana kebocoran tersebut terjadi hingga kemudian memicu ledakan.
Bukan Bom
Tim Gegana Polda Jawa Timur juga sudah melakukan pemeriksaan di lokasi kejadian.
Luthfie memastikan, dari pemeriksaan awal tidak ditemukan bahan peledak maupun kandungan yang mengarah pada bom.
“Dan untuk TKP, sudah kita lakukan olah TKP. Saat ini Jibom (penjinak bom) juga sudah melakukan olah TKP dan meyakinkan sampai dengan saat ini tidak ditemukan kandungan yang berbau atau bahan peledak. Sehingga kemungkinan besar dari keterangan saksi-saksi yang ada juga menyatakan diduga keras dari kebocoran gas tersebut. Kemudian TKP sedang kita dalami dan sedang kita olah,” bebernya.
ARTIKEL TERKAIT
- Wamenpar Tinjau Kesiapan Destinasi Wisata di Surabaya Jelang Libur Lebaran 2026
- KPAI Minta Proses Hukum Siswa Pelaku Ledakan SMAN 72 Jakut Gunakan Pendekatan Diversi
- Pesona Kembang Jepun: Destinasi Wisata Budaya Paling Ikonik di Kota Pahlawan
- ABH Jadi Terduga Pelaku Ledakan SMAN 72, Kini Dirawat di ICU Usai Operasi Kepala
- CCTV : Detik-detik Pemotor Lolos dari Maut Akibat Ledakan Gas Elpiji