Ragam

Bibir Tetap Kering Meski Rajin Pakai Lip Balm? Ini Penyebab yang Sering Tak Disadari

Darin Brenda Iskarina
Bagikan:

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Bibir kering dan pecah-pecah sering dianggap sebagai masalah sederhana yang bisa diatasi dengan mengoleskan lip balm. Namun, pada sebagian orang, kondisi tersebut tetap muncul meski produk pelembap bibir sudah digunakan berkali-kali dalam sehari.

Bibir memang lebih rentan mengalami kekeringan dibandingkan kulit di bagian tubuh lainnya. Lapisan kulit pada bibir relatif tipis dan tidak memiliki kelenjar minyak seperti kulit di area wajah. Akibatnya, bibir lebih mudah kehilangan kelembapan dan mengalami iritasi.

Penggunaan lip balm memang dapat membantu, tetapi ada beberapa kebiasaan dan faktor lain yang mungkin membuat bibir tetap kering.

1. Terlalu sering menjilat bibir

Saat bibir terasa kering, refleks menjilatnya memang sulit ditahan. Bukannya menjadi lebih lembap, kebiasaan tersebut justru dapat membuat kondisi bibir semakin kering.

Air liur memang membuat permukaan bibir terasa basah untuk sementara. Namun, ketika air liur menguap, kelembapan pada permukaan bibir ikut berkurang. Air liur juga mengandung enzim yang berfungsi membantu proses pencernaan dan dapat mengiritasi kulit bibir jika terus-menerus terkena.

Jika kebiasaan menjilat bibir dilakukan berulang kali, kulit di area tersebut dapat semakin kering, pecah-pecah dan terasa perih.

2. Tidak semua lip balm cocok untuk bibir

Rajin memakai lip balm belum tentu menjamin bibir menjadi lebih sehat. Beberapa produk justru dapat menyebabkan iritasi pada orang tertentu, terutama jika mengandung bahan yang membuat bibir terasa dingin, panas atau seperti kesemutan.

Produk dengan kandungan pewangi, perasa, mentol, kamper atau bahan tertentu lainnya dapat memicu iritasi pada bibir yang sensitif. Ketika iritasi terus terjadi, seseorang mungkin merasa perlu mengoleskan lip balm lebih sering karena bibir kembali terasa kering.

Karena itu, jika kondisi bibir justru memburuk setelah menggunakan produk tertentu, sebaiknya perhatikan kandungannya dan pertimbangkan untuk menghentikan pemakaian sementara.

3. Kurang terlindungi dari sinar matahari

Bukan hanya kulit wajah yang membutuhkan perlindungan dari sinar matahari. Bibir juga dapat mengalami dampak paparan sinar ultraviolet.

Paparan sinar matahari dalam waktu lama dapat membuat bibir menjadi kering dan mengalami kerusakan. Dalam jangka panjang, paparan UV berulang juga dapat menyebabkan perubahan pada kulit bibir.

Menggunakan lip balm dengan perlindungan terhadap sinar matahari dapat menjadi salah satu cara untuk membantu melindungi bibir, terutama ketika beraktivitas di luar ruangan.

4. Udara kering bisa membuat bibir kehilangan kelembapan

Kondisi lingkungan juga dapat memengaruhi kelembapan bibir. Cuaca dingin, udara yang kering, angin kencang hingga ruangan berpendingin udara dapat membuat air pada permukaan kulit lebih cepat menguap.

Jika menghabiskan banyak waktu di ruangan ber-AC, bibir mungkin terasa kering meskipun asupan cairan sudah cukup. Kondisi tersebut dapat semakin terasa ketika seseorang berada di lingkungan dengan kelembapan udara rendah.

Menjaga kelembapan ruangan dan menggunakan produk pelembap bibir yang sesuai dapat membantu mengurangi efek lingkungan terhadap kondisi bibir.

5. Kebiasaan sehari-hari juga bisa berpengaruh

Bibir kering tidak selalu disebabkan oleh produk perawatan. Kebiasaan sehari-hari seperti kurang minum, sering bernapas melalui mulut atau kebiasaan menggigit dan mengelupas kulit bibir juga dapat memperburuk kondisinya.

Ketika bibir pecah-pecah, keinginan untuk menarik kulit yang mengelupas memang besar. Namun, kebiasaan tersebut dapat menyebabkan luka kecil dan membuat proses pemulihan menjadi lebih lama.

Karena itu, selain memilih lip balm yang sesuai, menjaga asupan cairan, menghindari kebiasaan menjilat atau mengelupas bibir, serta memberikan perlindungan dari paparan matahari juga penting untuk menjaga bibir tetap sehat.

ARTIKEL TERKAIT