Ragam

Bencana Karhutla Landa Sejumlah Wilayah di Kalimantan

Ronald Steven
Bagikan:

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Bencana karhutla (kebakaran hutan dan lahan) kembali melalap sejumlah lahan yang ada di Indonesia, terutama di daerah Kalimantan.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari mengatakan, karhutla pertama terjadi di Kabupaten Kutai Barat, Provinsi Kalimantan Timur, pada Minggu (26/4).

“Lokasi titik api teridentifikasi berada di Desa Empas, Kecamatan Melak, dengan luas lahan terdampak mencapai 1,5 hektare,” kata Abdul Muhari dalam keterangannya yang dikutip Holopis.com, Senin (27/4).

Abdul memastikan karhutla tidak berlangsung hingga berhari-hari setelah sebelumnya petugas gabungan melakukan pemadaman. Abdul juga memastikan tidak ada korban jiwa akibat karhutla tersebut.

Masih di Provinsi Kalimantan Timur, karhutla kedua terjadi di Desa Senaken, Kecamatan Tanah Grogot, Kabupaten Paser, pada hari yang sama.

Api yang membakar lahan seluas satu hektare itu berhasil dipadamkan petugas gabungan pada hari yang sama. Sebelumnya, tim gabungan dari BPBD, Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Paser, Sekawan Rescue dan masyarakat peduli api, sempat kesulitan saat berupaya memadamkan api karena kondisi semak belukar, ilalang kering dan angin kencang.

Sementara itu, karhutla di Kota Banjarbaru, Provinsi Kalimantan Selatan, yang terjadi pada Sabtu (25/4) berhasil padam pada Minggu (26/4). Lokasi terdampak berada di Kelurahan Sungai Tiung, Kecamatan Cempaka.

“Lahan terbakar mencapai 4,3 hektare,” imbuhnya.

Di tengah masih adanya potensi cuaca ekstrem di sebagian besar wilayah Indonesia, Abdul juga meminta pemerintah daerah dan masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bahaya karhutla.

Berdasarkan pantauan tingkat kemudahan terbakar di lapisan atas permukaan tanah pada Senin (27/4), beberapa wilayah di Provinsi Sumatra Utara, Papua dan Papua Selatan pada kategori mudah hingga sangat mudah terbakar.

“Dalam penanganan bahaya karhutla, pencegah dini merupakan langkah efektif untuk menghindari meluasnya area lahan yang terbakar. Oleh karena itu, partisipasi aktif warga untuk menjaga hutan dan melakukan patroli bersama aparat desa menjadi faktor penting dalam pengendalian dan penanganan karhutla di Indonesia,” imbaunya.

ARTIKEL TERKAIT