Ekobiz
Bayar Pakai QRIS Makin Jadi Kebiasaan, Penggunanya Kini 67 Juta Orang
Karena itu, BI tetap memastikan ketersediaan uang kertas dan logam di masyarakat.
Target QRIS 69,32 Juta Pengguna
Dalam pembukaan FEKDI x IFSE 2026, Destry menyampaikan perluasan penggunaan QRIS menjadi salah satu fokus transformasi ekonomi dan keuangan digital yang tercantum dalam Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia (BSPI) 2030.
BI menargetkan jumlah pengguna QRIS mencapai 69,32 juta orang pada akhir 2026. Target tersebut setara dengan pertumbuhan 20,26 persen secara tahunan.
Tak hanya di dalam negeri, BI juga terus memperluas konektivitas pembayaran antarnegara melalui QRIS cross-border.
“Tujuannya adalah untuk meningkatkan kemudahan pembayaran antarnegara. Tentunya strategi yang kami lakukan itu menjadi bagian penting juga untuk meningkatkan daya beli dan mendukung program Asta Cita pemerintah,” kata Destry.
Selain QRIS, BI juga terus mengakselerasi penggunaan Kartu Kredit Indonesia (KKI).
Sejak diluncurkan pada Agustus 2026, jumlah kartu KKI yang telah diterbitkan dan diaktivasi mencapai 32.457 kartu.
BI juga mengarahkan penguatan struktur industri sistem pembayaran agar semakin terintegrasi dan kompetitif.
Salah satunya melalui perluasan integrasi sistem pembayaran menggunakan Standar Nasional Open API Pembayaran (SNAP).
Hingga Agustus 2026, transaksi melalui SNAP mencapai 2,69 miliar transaksi, tumbuh 67,16 persen secara tahunan.
BI-FAST Terus Diperkuat
Di sisi infrastruktur, BI juga terus memperkuat sistem pembayaran untuk mengantisipasi volume transaksi yang semakin besar.
ARTIKEL TERKAIT
- Makin Praktis, QRIS Bisa untuk Transfer hingga Tarik dan Setor Tunai
- BI Catat Cadangan Devisa RI Bertambah, Ada Efek Tarik Utang
- Kemenkeu-BI Rapat Akhir Tahun Bahas Utang Negara, Begini Hasilnya
- Uang Beredar RI di Desember 2025 Naik 9,6 Persen, Tembus Rp10.133 Triliun
- OJK Sebut Sentimen di Pasar Keuangan RI Cenderung Positif