Donald Trump Hentikan Bantuan Militer AS untuk Israel

0 Shares
Ukuran Teks:
20
Dengarkan:

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan rencana penghentian bantuan tahunan senilai sekitar US$3,8 miliar atau setara dengan puluhan triliun rupiah kepada Israel. Pernyataan tersebut disampaikan pada Selasa (3/11), bertepatan dengan pelaksanaan pemilihan paruh waktu atau midterm elections di Amerika Serikat.

Trump mengatakan bahwa kesepakatan untuk menghentikan bantuan tersebut sebenarnya telah dibahas beberapa bulan sebelumnya. Ia juga mengklaim Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu tidak mempermasalahkan keputusan tersebut.

“Kami memberikan Israel US$4 miliar setiap tahun, dan beberapa bulan lalu kami membuat kesepakatan bahwa bantuan itu akan dihentikan,” kata Donald Trump, dikutip Holopis.com, Rabu (4/11).

Selama ini, Israel menerima bantuan keuangan Amerika Serikat untuk membeli persenjataan dengan nilai sekitar US$3,8 miliar per tahun. Meski demikian, Trump menegaskan Washington masih bersedia membantu apabila Israel menghadapi kebutuhan tertentu.

“Sekarang kami akan membantu Israel jika mereka membutuhkan. Israel adalah negara yang sangat berkembang. Mereka tidak membutuhkannya,” ujarnya.

Pengumuman tersebut muncul ketika masyarakat Amerika Serikat memberikan suara dalam pemilu paruh waktu yang akan menentukan penguasaan Kongres selama dua tahun terakhir masa kepresidenan Trump. Isu dukungan terhadap Israel juga menjadi salah satu persoalan yang memicu perdebatan dalam pemilu tersebut.

Sejak berdiri pada 1948, Israel tercatat telah menerima lebih dari US$300 miliar bantuan ekonomi dan militer dari Amerika Serikat jika disesuaikan dengan nilai inflasi. Jumlah tersebut menjadikannya negara penerima bantuan AS terbesar dalam periode tersebut.

Netanyahu sebelumnya juga pernah menyampaikan keinginan untuk mengurangi ketergantungan Israel terhadap bantuan Washington. Pada Mei lalu, ia bahkan menyatakan ingin menurunkan bantuan Amerika Serikat hingga nol.

Namun, keputusan Trump justru menuai kritik dari pemimpin oposisi Israel, Gadi Eisenkot. Ia menilai keputusan tersebut menunjukkan buruknya kepemimpinan Netanyahu dalam menjaga hubungan strategis dengan Amerika Serikat.

“Fakta bahwa institusi pertahanan Israel mengetahui perubahan hubungan strategis kita melalui media, bersamaan dengan masyarakat Israel, menunjukkan betapa berbahayanya tindakan Benjamin Netanyahu,” kata Eisenkot.

Ia juga menilai Netanyahu tidak lagi dapat dipercaya dan harus diganti. Hingga pengumuman tersebut disampaikan, belum ada kepastian mengenai kapan penghentian bantuan militer Amerika Serikat kepada Israel akan mulai berlaku.

- Advertisement -
Google News

Jadikan Holopis.com sebagai sumber utama pilihanmu di Google untuk mendapatkan berita terbaru dan informasi aktual.

Tambahkan Sekarang
Darin Brenda Iskarina
Tim Penulis & Editor
Darin Brenda Iskarina
0 Shares

💬 Diskusi Pembaca

0 Komentar

Masuk dengan akun Google Anda untuk bergabung dalam diskusi:

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan masukan!

YANG BARU