Penyelenggaraan konser penyanyi tenor asal Italia, Andrea Bocelli, di Jakarta pada Selasa (3/11/2026) malam menuai kritik dari Wakil Ketua Koalisi Rakyat Bela Islam (KORLABI), Novel Bamukmin.
Novel menilai Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengabaikan aspirasi umat Islam karena tetap membiarkan konser tersebut berlangsung meskipun Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah menyampaikan penolakan dan sejumlah elemen masyarakat, menggelar aksi damai.
Menurut Novel, kontroversi konser Andrea Bocelli tidak bisa dilepaskan dari rekam jejak penyanyi tersebut yang menjadi sorotan MUI terkait dugaan dukungan terhadap Israel, termasuk keterlibatannya dalam konser penggalangan dana Friends of the Israel Defense Forces (FIDF) di Los Angeles pada 2010.
“Kami melihat malam ini Jakarta tetap menggelar konser Andrea Bocelli, padahal MUI sudah jelas mengeluarkan sikap tegas menolak konser tersebut. Sikap MUI ini juga didukung oleh ormas-ormas Islam, terutama FPI yang berada di barisan terdepan dalam mengawal aspirasi umat,” kata Novel dalam keterangannya, Selasa (3/11/2026).
Ia mengingatkan, penolakan terhadap konser tersebut sebelumnya telah disampaikan melalui aksi damai di depan Balai Kota DKI Jakarta pada Jumat (30/10/2026).
Dalam aksi itu, KORLSBI meminta Pemprov DKI mempertimbangkan kembali penyelenggaraan konser Andrea Bocelli sebagai bentuk solidaritas terhadap perjuangan rakyat Palestina.
Namun, Novel menyayangkan aspirasi tersebut tidak menghentikan penyelenggaraan konser. Ia menilai kepentingan ekonomi dan potensi keuntungan dari kegiatan hiburan tidak semestinya mengesampingkan aspirasi masyarakat.
Novel bahkan melontarkan kritik kepada Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dan Wakil Gubernur Rano Karno yang dinilainya tidak merespons keberatan kelompok masyarakat terhadap konser tersebut.
“Namun Pramono dan Rano Karno seperti budeg terhadap aspirasi umat. Kami melihat Pemprov DKI lebih mengutamakan kepentingan konser yang menjanjikan keuntungan bagi Jakarta daripada mempertimbangkan keberatan yang sudah disampaikan MUI dan elemen masyarakat,” ujarnya.
Novel kemudian mengaitkan polemik konser Andrea Bocelli dengan kontroversi festival musik di kawasan Ancol pada Agustus 2026. Saat itu, sebuah booth produk minuman beralkohol menjadi sorotan setelah menggelar tantangan menghafalkan ayat Al-Qur’an dengan imbalan minuman keras.
Ia mempertanyakan tindak lanjut penanganan persoalan tersebut, terutama terkait tanggung jawab penyelenggara kegiatan dan pengelola kawasan Ancol.
Menurut Novel, peristiwa tersebut menjadi salah satu alasan KORLABI terus mendorong evaluasi terhadap kebijakan Pemprov DKI Jakarta, termasuk keterlibatan pemerintah daerah dalam kepemilikan saham perusahaan minuman beralkohol.
“Kami melihat persoalan ini tidak bisa dipandang sebagai kejadian yang berdiri sendiri. Sebelumnya ada kontroversi tantangan membaca ayat Al-Qur’an berhadiah miras di Ancol, sekarang konser Andrea Bocelli tetap berlangsung meskipun sudah ada penolakan MUI dan aksi FPI,” tuturnya.




💬 Diskusi Pembaca
0 KomentarMasuk dengan akun Google Anda untuk bergabung dalam diskusi:
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan masukan!