Wakil Ketua Koordinator Bela Islam (KORLABI), Novel Bamukmin, menyampaikan apresiasi terhadap langkah Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto dalam menangani sejumlah persoalan di tubuh Polri, termasuk perkara dugaan penyadapan yang dikaitkan dengan nama Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
Novel menilai langkah penindakan terhadap sejumlah oknum jenderal yang diduga terlibat dalam upaya makar merupakan bagian dari upaya menjaga stabilitas negara dan kewibawaan pemerintahan.
“Kami dari KORLABI mengapresiasi langkah berani dan tegas kapolri Jenderal polisi Suyudi yang telah bermanufer tajam dengan menangkapi oknum-oknum jenderal yang diduga kuat ingin berbuat makar,” kata Novel dalam keterangannya kepada Holopis.com, Selasa (3/11/2026).
Ia juga mengaitkan dinamika politik dan keamanan yang terjadi selama ini dengan dugaan adanya kelompok tertentu yang berupaya menciptakan kegaduhan di tengah masyarakat.
Menurut Novel, sejumlah pihak yang disebutnya sebagai buzzer oligarki, koruptor, dan antek asing diduga turut memperkeruh situasi hingga memicu konflik antarmasyarakat.
“Pantas selama ini negara dibuat gaduh oleh ulah para buzzer-buzzer oligarki dan koruptor serta antek-antek asing sampai terjadinya kerusuhan setahun yang lalu, rakyat di adu domba dengan rakyat dan jelas itu Kapolrinya diduga bermain karna diduga membawa misi SARA, tentunya ada bosnya,” ujarnya.
Selain menyoroti persoalan tersebut, Novel turut mengapresiasi pencopotan Kapolres Sukoharjo.AKBP Andika Dharma Sena yang dikaitkan dengan peristiwa penggerebekan terhadap santriwati di pondok pesantren Hamalatul Qur’an.
Ia menilai tindakan dalam peristiwa tersebut perlu menjadi perhatian serius, karena menurutnya, berkaitan dengan dugaan pelanggaran hak asasi manusia (HAM) dan nilai-nilai Pancasila.
“Kami KORLABI juga mengapresiasi dengan dicopotnya Kapolres karena melakukan penggerebekan santriwati dengan tindakan biadab melanggar HAM dan Pancasila dengan Indonesia dibuat gaduh ingin merongrong kewibawaan pemerintah saat ini,” tuturnya.
Lebih lanjut, Novel mendesak Kapolri agar mengambil langkah lanjutan terhadap pejabat kepolisian yang dinilai bertanggung jawab dalam peristiwa tersebut.
“Kami berharap juga agar Kapolri jenderal polisi (Suyudi -red) segara mencopot Kapoldanya atas kejadian biadab itu,” tegasnya.
Novel juga meminta agar seorang mantan menteri yang ia singgung dalam keterangannya turut dimintai keterangan. Ia menduga terdapat persoalan mengenai keberadaan pihak yang menjalankan komando di luar struktur komando resmi.
“Kami juga berharap ada gebrakan mantan Mentri segala urusan bisa diminta keterangannya karna menjadi komando didalam komando yang sah serta mau menndirikan negara didalam negara sebagai jongos oligarki busuk,” tandas tokoh islam yang juga dai Mujahid 212 itu.




💬 Diskusi Pembaca
0 KomentarMasuk dengan akun Google Anda untuk bergabung dalam diskusi:
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan masukan!