HOLOPIS.COM, JAKARTA – Kalimat ‘Berat jadi WNI’ ramai jadi sindiran di media sosial. Wamenkes Dante mengungkap masalah serius di balik keluhan tersebut.
Kalimat sindiran tentang beratnya menjadi warga negara Indonesia (WNI) belakangan ramai berseliweran di media sosial.
Mulai dari ungkapan “yang berat bukan jadi dewasa, tapi jadi WNI” hingga “hidup cuma sekali jadi WNI”.
Namun, Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Dante Saksono Harbuwono justru melihat ada persoalan serius di balik candaan tersebut.
Menurut Dante, keluhan yang terdengar lucu itu bukan sekadar lelucon netizen. Fenomena tersebut dinilainya mencerminkan ketidakpuasan masyarakat terhadap pelayanan pemerintah.
Pernyataan itu disampaikan Dante dalam acara Balai Besar (BB) Binomika Customer Forum 2026 di Kuningan, Jakarta, Selasa (3/11/2026).
“Belakangan ini saya sering mendengar keluhan netizen di internet yang mengatakan ada yang bilang yang berat bukan jadi dewasa tapi jadi WNI. Ada lagi yang bilang hidup cuma sekali jadi WNI,” kata Dante.
Dia menilai, munculnya ungkapan semacam itu menunjukkan adanya fenomena disidentifikasi nasional.
Istilah tersebut menggambarkan kondisi ketika masyarakat merasa kurang memiliki keterikatan atau identifikasi dengan identitas kebangsaannya.
“Mungkin cuitan-cuitan seperti itu kelihatan lucu ya, tapi itu mencerminkan disidentifikasi nasional. Disidentifikasi nasional tersebut muncul karena ketidakpuasan kita pada layanan pemerintah,” ujarnya.
Dante kemudian menyinggung pelayanan kesehatan sebagai salah satu layanan pemerintah yang paling dekat dengan kebutuhan masyarakat.
Menurut dia, pelayanan kesehatan tidak boleh hanya berorientasi pada pengobatan ketika seseorang sudah jatuh sakit.
Aspek diagnostik atau pemeriksaan untuk memastikan kondisi kesehatan juga harus mendapat perhatian serius.




💬 Diskusi Pembaca
0 KomentarMasuk dengan akun Google Anda untuk bergabung dalam diskusi:
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan masukan!