Inovasi lingkungan melalui program Bang Jali atau Barang Jaga Lingkungan di RT 11 RW 07, Gandaria Utara, Jakarta Selatan, berhasil mencatat sejumlah pencapaian. Ketua RT Imam Basori biasa dipanggil Ibas menyebut pilar keamanan meraih juara pertama nasional dalam lomba Satuan Keamanan Lingkungan (Satkamling).
Sementara itu, inovasi pada pilar keamanan dan pengelolaan lingkungan juga berhasil masuk dalam Jakarta Innovation Award 2026.
Imam mengatakan, untuk pencapaian tersebut menjadi bagian dari pengembangan inovasi yang berangkat dari kebutuhan masyarakat. Bang Jali tidak hanya berfokus pada keamanan lingkungan, tetapi juga mencakup pengelolaan sampah dan kebersihan kawasan.
“Nah, kita bahkan di pilar pertama security, kita masuk juara 1 nasional untuk satkamling, terus pilar pertama, kedua, kita masuk Jakarta Innovation Award. Dan di pilar kedua pun kita sudah memberikan hadiah buat RT-RT lain, kemarin ikut kebersihan kampung, itu dapat Rp100 juta,” kata Imam saat diwawancarai wartawan di Jakarta, Senin (2/11/2026).
Ia menjelaskan, penghargaan dalam kegiatan kebersihan kampung tersebut menjadi kesempatan sekaligus amanah untuk terus memberikan manfaat bagi lingkungan. Imam menyebut pihaknya juga masih melanjutkan berbagai kegiatan, termasuk pengembangan pengelolaan sampah.
“Nah, alhamdulillah kemarin bisa dapat kesempatan dan amanah seperti itu. Nah, sekarang ikut diurus pilah sampah,” ujarnya.
Pengalaman mengembangkan inovasi keamanan dan lingkungan tersebut kemudian menjadi bagian dari pengembangan pilar pendidikan melalui program RT Inggris.
Dalam program ini, pembelajaran bahasa Inggris tidak hanya diarahkan pada percakapan sehari-hari, tetapi juga dikaitkan dengan persoalan yang menjadi perhatian warga.
Imam menilai, dengan adanya pendekatan tersebut penting agar masyarakat dapat menggunakan bahasa Inggris untuk membicarakan kondisi lingkungan mereka.
Dengan demikian, pembelajaran tidak berhenti pada penguasaan kosakata dan percakapan sederhana, tetapi juga menjadi sarana menyampaikan persoalan masyarakat kepada khalayak yang lebih luas.
“Jadi di metode RT Inggris ini, kita enggak hanya berbicara tentang aktivitas sehari-hari juga, tapi tentang fokus pada keresahan yang dihadapi masyarakat,” pungkasnya.




💬 Diskusi Pembaca
0 KomentarMasuk dengan akun Google Anda untuk bergabung dalam diskusi:
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan masukan!