HOLOPIS.COM, JAKARTA – Setelah Inggris, Jepang ikut mengimbau warga menyimpan stok makanan dan air hingga 7 hari. Namun, apa alasan di balik peringatan ini?
Menteri Penanggulangan Bencana Jepang Goshi Hosono mengatakan, pemerintah akan mengeluarkan imbauan kesiapsiagaan darurat pada 2 November 2026.
Tanggal tersebut bertepatan dengan dimulainya operasional Badan Nasional Penanggulangan Bencana Jepang yang baru.
Dalam laporan stasiun televisi Jepang FNN pada Selasa (27/10), Hosono menyebut masyarakat perlu memiliki persediaan untuk bertahan setidaknya tiga hari tanpa bantuan pemerintah.
Jika memungkinkan, stok kebutuhan pokok disiapkan untuk satu minggu.
Pemerintah Jepang memberikan perhatian khusus pada persediaan air minum.
Setiap orang dianjurkan memiliki sekitar tiga liter air per hari.
Artinya, satu orang membutuhkan sembilan liter air untuk persediaan selama tiga hari.
Jika disiapkan untuk tujuh hari, jumlahnya mencapai 21 liter per orang.
Untuk keluarga beranggotakan empat orang, kebutuhan air minum selama seminggu bisa mencapai 84 liter.
Jumlah ini belum termasuk kebutuhan air untuk keperluan rumah tangga lainnya.
Selain air, masyarakat dianjurkan menyimpan makanan yang tidak mudah rusak, seperti beras, makanan kaleng, dan bahan pangan kering.
Pilihan makanan sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan keluarga dan mudah dikonsumsi ketika kondisi darurat.

