HOLOPIS.COM, JAKARTA – Investasi di luar Pulau Jawa mulai menunjukkan geliat yang semakin besar. Pada semester I 2026, realisasi investasi di luar Jawa mencapai Rp507,8 triliun, sedikit lebih tinggi dibandingkan investasi di Pulau Jawa yang tercatat sebesar Rp502,8 triliun.
Data Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menunjukkan, investasi di luar Jawa menyumbang 50,2% dari total realisasi investasi nasional. Sementara itu, Pulau Jawa mencatatkan kontribusi sebesar 49,8%.
Angka ini menjadi sinyal bahwa aktivitas investasi di Indonesia semakin menyebar ke berbagai wilayah, tidak hanya terkonsentrasi di Pulau Jawa.
Deputi Bidang Promosi Penanaman Modal Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Nurul Ichwan, mengatakan bahwa perkembangan investasi kini mulai dirasakan di berbagai daerah di luar Jawa.
Menurutnya, sejumlah wilayah bahkan berhasil menarik investasi dalam jumlah besar. Maluku Utara dan Sulawesi Tengah menjadi contohnya.
“Provinsi Maluku Utara dan Sulawesi Tengah, misalnya, berhasil masuk dalam lima besar daerah tujuan investasi di Indonesia sepanjang semester pertama 2026,” ungkap Nurul Ichwan.
Masuknya kedua provinsi tersebut dalam daftar lima besar menunjukkan bahwa daerah di luar pusat ekonomi tradisional juga memiliki daya tarik bagi investor.
Perkembangan ini turut memperlihatkan potensi daerah dalam menarik kegiatan usaha, terutama ketika didukung oleh sumber daya, infrastruktur, dan peluang pengembangan industri.
Investasi Bukan Cuma Soal Modal
Peningkatan investasi di daerah tidak hanya berkaitan dengan besarnya modal yang masuk. Aktivitas bisnis yang tumbuh juga berpotensi menciptakan efek berantai bagi perekonomian masyarakat setempat.
Ketika perusahaan membangun pabrik atau fasilitas produksi, kebutuhan terhadap tenaga kerja, transportasi, tempat tinggal, hingga usaha kuliner di sekitarnya ikut meningkat.
Kondisi tersebut dapat membuka peluang bagi pelaku usaha lokal untuk berkembang bersama aktivitas industri yang hadir di wilayah mereka.
Karena itu, pemerataan investasi diharapkan tidak hanya meningkatkan angka realisasi penanaman modal, tetapi juga memperluas kesempatan kerja dan menggerakkan ekonomi daerah.
Harapan Baru bagi Pekerja di Daerah
Pemerintah berharap penyebaran investasi dapat membuka lebih banyak peluang bagi masyarakat untuk memperoleh pekerjaan tanpa harus meninggalkan daerah asal.
Dengan semakin berkembangnya kegiatan usaha di luar Jawa, kesempatan kerja diharapkan tidak lagi hanya terkonsentrasi di kota-kota besar.
Nurul Ichwan menegaskan bahwa manfaat investasi perlu dilihat dari aktivitas ekonomi yang tercipta di dalam negeri, bukan semata-mata dari jumlah modal yang masuk.



