LAMONGAN, HOLOPIS.COM – Ipda Purnomo, polisi asal Lamongan, menyatakan kesiapannya memberikan akses informasi rekening untuk mengecek penghasilan yang diperolehnya dari aktivitas di media sosial.
Pernyataan tersebut disampaikan Purnomo setelah mengaku kedatangan seseorang yang menurutnya berasal dari pihak yang kerap mengecek penghasilannya melalui media sosial, yakni Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan RI.
Purnomo mengatakan dirinya tidak mengisi data yang diminta pihak tersebut. Namun, ia memilih memberikan rekeningnya agar penghasilan dari aktivitas media sosial dapat diperiksa secara langsung.
“Hari ini saya sampaikan saya langsung kasih rekening saya biar dicek penghasilan saya dari media sosial berapa, biar tahu keluar masuknya uang di rekening saya,” kata Purnomo dalam video yang dikutip Holopis.com, Selasa (29/9/2026).
Menurut Purnomo, apabila dari pemeriksaan tersebut ditemukan adanya keuntungan, pihak yang melakukan pengecekan dipersilakan mengetahuinya. Sebaliknya, ia berharap pihak tersebut dapat membantu apabila penghasilan dari media sosialnya dinilai tidak mencukupi untuk kegiatan sosial yang dilakukannya.
“Kalau seandainya masih ada untung tak suruh ngambil, tapi kalau hasil dari media sosial kurang untuk kegiatan bersedekah saya, mudah-mudahan pihak itu yang mau nanya-nanya mau membantu dan mau nambahin uang untuk kegiatan sosial saya,” ujarnya.
Purnomo kembali menegaskan bahwa dirinya tidak mengisi data yang diminta, melainkan memberikan rekening untuk mengetahui secara langsung pemasukan dari aktivitas media sosial setiap bulan.
“Sekali lagi saya nggak ngisi data namun tak kasih rekening saya biar langsung dicek, penghasilan media sosial saya setiap bulannya berapa, dengan syarat mau nambahin jika uang penghasilan media sosial saya kurang banyak dipakai untuk kegiatan sosial,” pungkasnya.
Diketahui, Purnomo mengelola media sosiao untuk sosialisasi kegiatannya mengelola orang-orang dengan gangguan kejiwaan. Bahkan ia mengaktifkan optimasi Youtube Adsense untuk mendapatkan penghasilkan demi bisa mengelola kegiatan sosialnya itu.
Per hari ini, akun Youtube Purnomo Belajar Baik sudah diikuti oleh 2,7 juta orang. Rencananya, awal bulan Oktober 2026 nanti aktivasi adsense atau dolar hijau akan ia nonaktifkan usai kedatangan orang Pajak tersebut.



