HOLOPIS.COM, JAKARTA – Perpustakaan Jakarta Taman Ismail Marzuki (TIM) mencatat tingginya aktivitas kunjungan masyarakat hingga kuartal ketiga tahun 2026. Dalam kondisi tertentu, jumlah pengunjung bahkan pernah mencapai 4.300 orang dalam satu hari.
Pustakawan Perpustakaan Jakarta, Gatot Ramanugraha, mengatakan rata-rata kunjungan pada hari kerja berada di kisaran 1.500 orang. Sementara pada akhir pekan dan masa libur sekolah, jumlah pengunjung dapat mencapai sekitar 2.000 orang per hari.
“Kalau hari kerja itu sekitar 1.500, kalau weekend atau libur sekolah itu bisa sampai 2.000. Pernah juga paling tinggi itu 4.300 dalam satu hari,” ujar Gatot saat ditemui Holopis.com, di Perpustakaan Jakarta, Rabu (16/9).
Tingginya kunjungan tersebut sejalan dengan aktivitas pemanfaatan koleksi perpustakaan. Data Perpustakaan Jakarta mencatat 438.724 kunjungan untuk membaca di tempat dan 99.663 peminjaman buku sepanjang 1 Januari hingga 16 September 2026.
Besarnya aktivitas tersebut didukung oleh koleksi yang tersedia di Perpustakaan Jakarta TIM. Berdasarkan data yang sama, perpustakaan memiliki 772.369 koleksi yang tercatat dalam 176.912 katalog.
Dari ratusan ribu koleksi tersebut, novel menjadi salah satu jenis buku yang banyak diminati pengunjung. Gatot mengatakan pihak perpustakaan turut memantau buku-buku yang populer di toko buku untuk mempertimbangkan koleksi yang akan dibeli.
“Kalau yang paling banyak diminati itu novel. Kita juga survei dari buku-buku yang populer di toko buku, nanti kita lihat permintaan masyarakat seperti apa, baru kita beli,” ujarnya.

Minat pengunjung terhadap koleksi tersebut terlihat dari data pembacaan buku selama 2026. ‘Calon Mama: Senyum untuk Sembuh’ karya Bita Maharani menjadi buku dengan jumlah pembacaan di tempat terbanyak, yakni 1.787 kali. Setelah itu, ‘Aku Bilang Permisi’ karya Noor H. Dee dan Pawon Art tercatat 1.472 kali dibaca, disusul ‘Aku Rajin Mencuci Tangan’ karya Benny Rachmadi sebanyak 1.034 kali dan ‘Aku Sayang Teman’ sebanyak 932 kali.
Sementara itu, data peminjaman menunjukkan ‘Keajaiban Toko Kelontong Namiya’ karya Higashino Keigo menjadi buku yang paling banyak dipinjam, yakni 412 kali. ‘Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati’ karya Brian Khrisna tercatat 393 kali peminjaman, sedangkan ‘Teka-teki Rumah Aneh’ dan ‘Sisi Gelap Surga’ masing-masing 314 kali.
Penggunaan koleksi tersebut juga berkaitan dengan keanggotaan perpustakaan. Berdasarkan data Perpustakaan Jakarta, tercatat 140.109 anggota utama dan 970.664 anggota reguler.
Perbedaan jenis keanggotaan menentukan layanan yang dapat digunakan. Anggota reguler dapat membaca koleksi di tempat, sedangkan pengunjung yang ingin meminjam buku harus terdaftar sebagai anggota utama melalui aplikasi Jaklitera dengan melengkapi data diri dan mengunggah dokumen seperti KTP atau surat domisili sebagai bukti tinggal di Jakarta.
Selain koleksi dan layanan peminjaman, Perpustakaan Jakarta menyediakan berbagai fasilitas untuk menunjang aktivitas pengunjung. Di antaranya ruang baca, ruang anak, bilik dialog, bilik siniar atau podcast, pojok baca internasional, sudut komik, ruang multimedia, serta studio imersif yang berada di lantai tujuh.




💬 Diskusi Pembaca
0 KomentarMasuk dengan akun Google Anda untuk bergabung dalam diskusi:
Memuat diskusi...