Berbagai fasilitas tersebut memberi ruang bagi pengunjung untuk melakukan aktivitas di luar membaca. Gatot mengatakan masyarakat dapat menggunakan perpustakaan untuk berdiskusi, berkegiatan, maupun mengambil foto selama tetap mengikuti aturan yang berlaku.
Banyaknya aktivitas dan jumlah pengunjung kemudian menjadi tantangan tersendiri bagi pengelola. Gatot mengatakan persoalan utama bukan lagi minat masyarakat untuk datang, melainkan bagaimana mengakomodasi jumlah pengunjung dengan ruang yang tersedia.
“Kalau tantangannya sendiri sih bukan dari minat masyarakatnya. Masyarakat itu sudah banyak yang minat ke sini, cuma bagaimana kita mengakomodasi masyarakat yang banyak dengan tempat yang terbatas,” ujar Gatot.
Keterbatasan ruang terutama terasa pada akhir pekan dan masa liburan sekolah ketika jumlah pengunjung meningkat. Untuk mengantisipasi kepadatan, Gatot mengimbau pengunjung yang belum mendapat tempat untuk menunggu di luar atau memanfaatkan area lain maupun kegiatan yang tersedia di Taman Ismail Marzuki (TIM).




💬 Diskusi Pembaca
0 KomentarMasuk dengan akun Google Anda untuk bergabung dalam diskusi:
Memuat diskusi...