HOLOPIS.COM, JAKARTA – Kerukunan antarumat beragama di Indonesia menunjukkan tren yang kian positif. Berdasarkan data terbaru Kementerian Agama (Kemenag) per 21 Agustus 2026, Indeks Kerukunan Umat Beragama (IKUB) tahun 2025 berhasil menyentuh angka 77,89.
Capaian ini menjadi rekor tertinggi sejak survei IKUB pertama kali digelar pada 2015 silam. Hasil tersebut diperoleh dari survei sepanjang September hingga November 2025 yang melibatkan 13.836 responden dari enam agama di Indonesia.
Jika menilik rincian indikatornya, poin toleransi menyumbang angka tertinggi sebesar 88,82, disusul indikator kesetaraan sebesar 79,35, dan kebersamaan di angka 65,49. Secara keseluruhan, skor 77,89 masuk dalam kategori kerukunan yang “Tinggi”.
Tren Naik Tiap Tahun, 5 Provinsi Ini Jadi yang Tertinggi
Jika dirunut dalam beberapa tahun terakhir, grafik kerukunan di tanah air memang konsisten merangkak naik. Pada 2021, skor IKUB berada di angka 72,39, lalu naik menjadi 73,09 (2022), 76,02 (2023), 76,47 (2024), hingga akhirnya menembus 77,89 pada 2025.
Menariknya, beberapa daerah berhasil mencatatkan skor IKUB di atas rata-rata nasional. Kalimantan Utara memimpin di posisi puncak dengan skor 87,23, disusul Sulawesi Tenggara (86,52), Kepulauan Bangka Belitung (85,41), Sulawesi Utara (85,27), dan Sumatera Barat (85,02).
Tingginya skor ini dinilai berdampak langsung dalam menciptakan lingkungan masyarakat yang jauh lebih aman, nyaman, serta membuka ruang kolaborasi lintas agama sekaligus menekan potensi konflik horizontal.
Strategi Digital hingga Mediator di Lapangan
Membaiknya angka kerukunan ini tak lepas dari berbagai langkah strategis yang disiapkan pemerintah. Salah satunya lewat kehadiran aplikasi SI-RUKUN yang terintegrasi langsung dengan 1.156 penyuluh agama untuk mendeteksi potensi konflik sejak dini.
Selain itu, Kemenag juga membina 468 Desa Sadar Kerukunan (DSK), memperkuat kompetensi 905 mediator lapangan untuk resolusi konflik, serta menggelar program Youth Harmony di lima kota besar guna mengedukasi generasi muda.
Sekretaris Jenderal Kemenag, Kamaruddin Amin, menegaskan komitmen pemerintah untuk terus menjaga iklim kondusif ini di tengah dinamika masyarakat.
“Pemerintah terus berupaya meningkatkan kualitas kerukunan dan memitigasi berbagai dinamika yang muncul di lapangan,” ujarnya.
Dengan terus diperkuatnya jembatan komunikasi antarumat dan literasi di tingkat akar rumput, capaian ini diharapkan tak sekadar jadi angka di atas kertas, tetapi benar-benar terasa dalam kehidupan bermasyarakat sehari-hari.




