HOLOPIS.COM, KEDIRI – Membangun kedisiplinan siswa ternyata tidak cukup hanya dengan membuat aturan di sekolah. Di Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 1 Kabupaten Kediri, Jawa Timur, guru berupaya memastikan kebiasaan positif yang terbentuk selama siswa tinggal di asrama tetap dilakukan ketika mereka pulang ke rumah.
Guru Biologi SRT 1 Kabupaten Kediri, Ima Masfatus Sholihah, mengatakan pembentukan karakter siswa dilakukan secara bersama-sama. Guru, wali asuh di asrama, hingga tenaga kependidikan ikut terlibat dalam proses pendampingan.
Salah satu cara yang dilakukan adalah dengan mengunjungi rumah siswa.
Lewat kunjungan tersebut, guru tidak hanya bertemu orang tua, tetapi juga melihat langsung bagaimana kebiasaan yang dibangun selama berada di sekolah dan asrama diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Guru Datang ke Rumah, Cek Perubahan Siswa
Bagi Ima, kunjungan ke rumah menjadi bagian penting dalam menjaga kesinambungan pendidikan.
Guru bisa mendapatkan cerita langsung dari orang tua mengenai perubahan yang terjadi pada anak setelah mengikuti pembelajaran dan pembiasaan di Sekolah Rakyat.
Dalam salah satu kunjungannya, Ima mendapat cerita dari orang tua siswa tentang perubahan kebiasaan anak dalam menjalankan ibadah.
Orang tua tersebut mengaku memberikan kepercayaan kepada pihak sekolah untuk membantu mendidik anaknya selama berada di Sekolah Rakyat.
“Ketika di Sekolah Rakyat ini, kami pasrahkan ke Bapak Ibu sekalian untuk mendidik,” ujar salah satu orang tua siswa yang diceritakan Ima.
Cerita tersebut kemudian berlanjut pada perubahan yang dirasakan keluarga ketika sang anak kembali ke rumah.
Sebelum masuk Sekolah Rakyat, siswa tersebut masih sering harus diingatkan untuk melaksanakan salat. Namun, setelah mendapatkan pembiasaan selama tinggal di asrama, kebiasaan itu mulai terbawa hingga di rumah.
“Setelah pulang dari Sekolah Rakyat, pada saat liburan, alhamdulillah salatnya itu rutin lima waktu,” kata Ima.




