Sudaryono Pamer FreshScan untuk Cegah Keracunan MBG, Netizen Langsung Nyinyir: Proyek Lagi

0 Shares

JAKARTA, HOLOPIS.COMSudaryono memperkenalkan FreshScan buatan BRIN untuk mendeteksi makanan busuk MBG. Alih-alih dipuji, alat itu malah menuai kritik netizen.

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono memperkenalkan FreshScan atau Food Guard, alat yang dirancang untuk mendeteksi indikasi pembusukan pada makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Teknologi yang diperkenalkan melalui akun media sosial Sudaryono itu merupakan hasil riset Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Alat tersebut dirancang untuk mendeteksi gas yang muncul dari proses pembusukan makanan.

Ketika sensor mendeteksi indikasi pembusukan, FreshScan disebut dapat memberikan sinyal peringatan.

Teknologi ini diharapkan bisa menjadi salah satu lapisan tambahan dalam pengawasan keamanan pangan MBG.

Dalam unggahannya, Sudaryono menegaskan BGN menerapkan prinsip zero tolerance terhadap kasus keracunan dalam pelaksanaan MBG.

Menurut Sudaryono, pengawasan keamanan makanan perlu dilakukan sejak tahap pengolahan di dapur hingga makanan diterima dan dikonsumsi oleh penerima manfaat.

“Jika teknologi ini diintegrasikan ke rantai pasok satuan pelayanan, maka semakin banyak lapisan perlindungan dapat dibangun memastikan makanan bergizi tetap aman sampai penerima manfaat,” ujar Sudaryono dalam unggahannya.

Alih-alih mendapat dukungan penuh, pengenalan FreshScan justru memancing beragam reaksi dari netizen.

Sejumlah pengguna media sosial mempertanyakan efektivitas alat tersebut jika dibandingkan dengan pembenahan standar operasional prosedur (SOP), pengawasan serta sistem keamanan pangan di lapangan.

Kritik juga diarahkan pada kemungkinan besarnya anggaran apabila teknologi tersebut nantinya diterapkan di seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Salah satu netizen bahkan menyebut pengadaan alat tersebut sebagai bentuk proyek baru.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Gesha Yuliani Nattasya
Muhammad Ibnu Idris
Tim Penulis & Editor
Gesha Yuliani Nattasya, Muhammad Ibnu Idris

BACA LAINNYA

Holopis UMKM

YANG BARU