“Proyek lagi proyek lagi,” tulis salah satu pengguna TikTok dalam kolom komentar unggahan Sudaryono.
Komentar tersebut kemudian dilanjutkan dengan kritik mengenai metode pemeriksaan makanan.
Netizen tersebut menilai pemeriksaan secara organoleptik, seperti melihat, mencium aroma, dan mengamati kondisi makanan, juga menjadi bagian penting dalam memastikan makanan layak dikonsumsi.
Komentar bernada kritik lainnya mempertanyakan berapa besar anggaran yang harus dikeluarkan apabila alat tersebut benar-benar digunakan di seluruh Indonesia.
“Berapa triliun lagi ini pengadaan alat?” tulis pengguna lainnya.
Menurut netizen tersebut, persoalan keamanan MBG dinilai lebih membutuhkan pembenahan standar dan operasional dibandingkan sekadar menambah perangkat baru.
Sorotan serupa juga muncul dari pengguna lain yang mempertanyakan bagaimana proses pemeriksaan akan dilakukan jika jumlah makanan yang harus diperiksa mencapai ribuan porsi.
“Yang mau ngecek satu-satu siapa Pak, ribuan,” tulis salah satu akun.
Ada pula netizen yang menilai pengadaan FreshScan berpotensi menambah pengeluaran apabila diterapkan di seluruh SPPG.
“Duit lagi, intinya pengawasannya aja kan masing-masing SPPG ada ahli gizinya,” tulis pengguna lainnya.
Komentar lain bahkan secara langsung menyindir kemungkinan munculnya anggaran baru.
“Keluar anggaran lagi, untuk seluruh SPPG di seluruh Indonesia,” tulis seorang netizen.




