JAKARTA – Hyundai Indonesia baru-baru ini tengah mendapatkan masalah yang cukup serius. Pasalnya, brand mobil asal Korea Selatan tersebut sedang berurusan dengan salah satu customernya, yakni Julian Adityo Suwardi.
Influencer yang biasa disapa Juju tersebut mengaku merasa tertipu saat membeli unit Hyundai Ioniq 5. Pengalaman perdana dengan mobil listrik tersebut tampaknya sangat tidak menyenangkan.
“Ini mobil bikin gua stres. Sudah begitu after sale-nya juga bikin gue stres,” kata Juju dalam video yang dia unggah di akun media sosialnya, seperti dikutip Holopis.com, Kamis (20/8/2026).
Alasan dirinya melakukan pembelian unit Ioniq 5 tersebut adalah, karena ia membutuhkan kendaraan listrik yang bisa digunakan untuk kebutuhan parkir paralel. Sebelum pembelian, ia mengaku mendapatkan informasi dari sales-nya bahwa kendaraan yang hendak ia beli tersebut memiliki fitur yang cocok untuk parkir paralel.
Celakanya, setelah ia membeli dan menggunakan kendaraan tersebut, apa yang disampaikan Sales-nya pun ternyata tidak terjadi. Masalah demi masalah mulai muncul dan membuatnya sampai stres.
Karena masalah parkir paralel ini, ia juga mengaku sempat mengalami kendala bahwa unitnya tidak bisa berfungsi. Akibatnya ia sampai harus memanggil mekanik dan hasilnya akinya tekor.
“Gua minta panggil teknisi buat datang karena mobil gua nggak bisa nyala. Dan di sinilah gong-nya,” tutur Juju.
“Jadi mobil gua tuh langsung ganti aki karena akinya tuh habis katanya,” sambungnya.
Karena berdasarkan penjelasan dari mekanik resmi Hyundai, bahwa saat parkir paralel, mobilnya tetap memakan daya listrik dari aki alias over charging. Dan itulah alasan mengapa akinya sampai habis walau unit sedang tidak digunakan.
“Jadi ternyata mobil ini nggak disaranin buat parkir paralel. Gila nggak lu,” tegasnya.
Padahal sejak awal dirinya hendak membeli unit mobil Hyundai Ioniq 5, kebutuhan dasarnya adalah untuk parkir paralel. Faktanya setelah unit tiba di tangan ternyata apa yang dijanjikan sales-nya pun dusta, bahwa mobil tersebut tidak bisa digunakan untuk parkir paralel. Inilah alasan mengapa Juju merasa ditipu oleh Hyundai.
Masalah selanjutnya, mobil Hyundai Ioniq 5 miliknya ternyata tidak bisa dilakukan fast charging. Padahal itu merupakan salah satu fitur yang diunggulkan dari tipe unit tersebut. Bahkan Hyundai Ioniq 5 diklaim sudah mendukung ultra-fast charging. Berkat arsitektur sistem 800V, mobil ini disebut dapat mengisi daya baterai dari 10% hingga 80% dalam waktu sekitar 18 menit menggunakan stasiun pengisian daya DC 350 kW.
“Kenapa mobil gue nggak bisa fast charging. Dan ternyata si Mbak di sini (Senayan Park -red) juga nggak tahu. Lihat kita sama-sama bingung berdua, kan aneh ya,” ujarnya.




