Kapolri Sucikan Panji Rastra Sewakottama Jelang Hari Bhayangkara ke-80

Makna dari setiap tahapan penyucian ini adalah ajakan bagi seluruh personel Polri untuk selalu melakukan evaluasi, memperbaiki diri, serta menjaga marwah institusi.

0 Shares

JAKARTA – Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri, Trunoyudo Wisnu Andiko, menegaskan bahwa Upacara Penyucian Panji Rastra Sewakottama bukan sekadar tradisi seremonial menjelang Hari Bhayangkara ke-80.

Menurutnya, prosesi tersebut menjadi momentum bagi seluruh personel Polri untuk merefleksikan pengabdian sekaligus memperkuat komitmen dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

“Upacara penyucian Panji Rastra Sewakottama ini merupakan simbol peneguhan nilai-nilai Tribrata dan Catur Prasetya yang menjadi jiwa setiap insan Bhayangkara. Melalui momentum Hari Bhayangkara ke-80, Polri ingin memastikan bahwa semangat pengabdian, persatuan, serta komitmen memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat terus terjaga dan semakin kuat,” ujar Trunoyudo kepada wartawan di Jakarta, Kamis (25/6/2026).

Sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun Bhayangkara ke-80 (HUT Bhayangkara) tersebut, Kapolri menggelar Upacara Penyucian Panji Rastra Sewakottama di Ruang Rapat Utama Mabes Polri, Jakarta. Prosesi tersebut dipimpin langsung oleh Kapolri, Listyo Sigit Prabowo.

Upacara berlangsung dengan khidmat melalui tiga tahapan simbolis yang masing-masing memiliki makna mendalam bagi institusi kepolisian.

Tahapan pertama diawali dengan pembersihan Panji Rastra Sewakottama menggunakan sikat. Prosesi ini melambangkan tekad Polri untuk terus melakukan introspeksi dan memperbaiki berbagai kekurangan dalam menjalankan tugas sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.

- Advertisement -

Selanjutnya, Kapolri memercikkan air yang berasal dari sumber mata air di 34 wilayah Indonesia dan telah disatukan di Jakarta. Tahapan tersebut menjadi simbol persatuan seluruh jajaran Polri dari Sabang hingga Merauke dalam menjaga keamanan, ketertiban, serta keutuhan bangsa.

Prosesi ditutup dengan pemberian wewangian pada Panji Rastra Sewakottama sebagai simbol harapan agar setiap pengabdian anggota Polri mampu mengharumkan nama institusi sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap Korps Bhayangkara.

Usai penyucian panji, seluruh peserta mengikuti doa dan zikir bersama sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, sekaligus memohon kekuatan dan perlindungan dalam menjalankan tugas pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara.

Trunoyudo mengatakan, setiap tahapan dalam prosesi tersebut mengandung pesan agar seluruh personel Polri tidak pernah berhenti melakukan evaluasi dan pembenahan internal.

“Makna dari setiap tahapan penyucian ini adalah ajakan bagi seluruh personel Polri untuk selalu melakukan evaluasi, memperbaiki diri, serta menjaga marwah institusi. Harapannya, Polri semakin presisi dalam menjalankan tugas sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat,” katanya.

Menurutnya, semangat Hari Bhayangkara ke-80 menjadi pengingat bahwa Polri harus terus memperkuat soliditas organisasi serta meningkatkan profesionalisme dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Melalui internalisasi nilai-nilai Tribrata dan Catur Prasetya yang tercermin dalam Panji Rastra Sewakottama, Polri berharap dapat terus memperkuat transformasi menuju institusi yang profesional, modern, terpercaya, dan semakin dekat dengan masyarakat.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Muhammad Ibnu Idris
Muhammad Ibnu Idris
Tim Redaksi :

SELURUH ISI KONTEN BUKAN TANGGUNG JAWAB REDAKSI HOLOPIS.COM

Berita Lainnya

DKI JAKARTA
☀️
00:00:00
Memuat Kalender...
MEMUAT... - ---- H
MEMUAT... 00:00
-- : -- : --

YANG BARU