HOLOPIS.COM, SINGAPURA – Indonesia sukses mengguncang panggung pariwisata halal global setelah dinobatkan sebagai peringkat kedua destinasi ramah muslim terbaik di dunia dalam ajang Global Muslim Travel Index (GMTI) Awards 2026.
Penghargaan prestisius “Muslim-Friendly Destination of The Year” tersebut diserahkan langsung di Balestier Ballroom, Aloft Singapore Novena, Singapura, pada Kamis (18/6/2026).
Prestasi luar biasa ini menandai lompatan besar bagi pariwisata tanah air yang berhasil meroket tiga peringkat dibanding tahun sebelumnya yang sempat tertahan di posisi kelima.
“Pada pemeringkatan tahun ini, Indonesia berhasil naik tiga peringkat dibandingkan tahun sebelumnya,” ujar Sekretaris Kementerian Pariwisata, Bayu Aji, yang hadir mewakili Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana.
Keberhasilan ini terasa semakin manis karena Indonesia berhasil membukukan skor total 79, yang tercatat sebagai nilai tertinggi sepanjang sejarah keikutsertaan merah putih di ajang GMTI.
Penilaian indeks global ini terbilang sangat ketat karena menggunakan kerangka kerja ACES yang menguji aspek aksesibilitas, komunikasi, lingkungan, dan layanan di setiap negara peserta.
Pada aspek aksesibilitas, para juri dunia menyoroti kemudahan konektivitas udara, keramahan kebijakan visa bagi turis asing, hingga kesiapan infrastruktur transportasi domestik Indonesia.
Sementara pada aspek komunikasi, efektivitas promosi wisata halal serta tingginya kesadaran para pelaku industri lokal terhadap kebutuhan pelancong muslim menjadi poin krusial yang mendongkrak nilai.
Faktor kenyamanan lingkungan juga diuji secara mendalam melalui aspek keberlanjutan, jaminan keamanan destinasi, hingga ketersediaan utilitas dasar yang ramah bagi wisatawan keluarga.
Untuk aspek layanan, ketersediaan makanan bersertifikat halal, rumah ibadah yang mudah diakses, hingga akomodasi yang sensitif terhadap kebutuhan ibadah menjadi kunci utama melesatnya poin Indonesia.
Kemenangan bersejarah ini dinilai sebagai buah manis dari konsistensi program sertifikasi halal massal, terutama yang menyasar para pelaku usaha mikro dan kecil di berbagai desa wisata nusantara.
Selain itu, sinergi kuat antara Kementerian Pariwisata dan Bank Indonesia dalam membina 15 destinasi unggulan lewat Indonesia Muslim Travel Index (IMTI) ikut mempercepat kesiapan daerah.
Penguatan promosi digital melalui platform Indonesia.travel serta penyusunan pedoman teknis pelayanan pariwisata ramah muslim juga menjadi motor penggerak utama di balik kesuksesan ini.
“Kami optimistis dapat kembali meraih posisi sebagai ‘Muslim-Friendly Destination of The Year’ pada tahun depan,” tegas Bayu Aji dengan nada penuh optimisme saat menerima penghargaan.
Pencapaian gemilang di Singapura ini diharapkan menjadi pemacu adrenalin bagi seluruh pemangku kepentingan untuk terus berkolaborasi menghadirkan keramahan terbaik nusantara di kancah dunia.

