Acosta Bongkar Realita MotoGP: Bakat Saja Tak Cukup untuk Menang

0 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Pembalap muda KTM, Pedro Acosta, melontarkan pandangannya mengenai perkembangan MotoGP dalam beberapa tahun terakhir. Menurutnya, balapan motor paling bergengsi di dunia itu kini jauh berbeda dibanding satu dekade lalu.

Acosta menilai peran motor dan teknologi semakin dominan, bahkan dalam banyak situasi lebih menentukan dibanding kemampuan pembalap itu sendiri.

Pembalap asal Spanyol tersebut mengatakan, pada masa lalu seorang pembalap masih memiliki peluang besar untuk memenangkan balapan meski tidak mengendarai motor terbaik di grid. Namun kondisi itu, menurutnya, sudah sangat sulit ditemukan di MotoGP era modern.

“Olahraga ini semakin menjadi olahraga para insinyur. Sepuluh tahun yang lalu, Anda tidak membutuhkan motor terbaik untuk menang. Itulah mengapa, kita melihat pertarungan antara Honda dan Yamaha,” ujar Acosta, dikutip Holopis.com dari Motosan, Sabtu (20/6/2026).

Saat itu, kata Acosta, persaingan antarpabrikan masih menghadirkan karakter motor yang berbeda di setiap lintasan. Faktor kemampuan pembalap juga lebih terlihat dalam menentukan hasil akhir balapan.

“Memang benar mereka adalah dua motor terbaik di kompetisi, namun yang satu akan berkinerja lebih baik di satu trek dan yang lain di trek berbeda,” tambahnya.

- Advertisement -

MotoGP Dinilai Makin Mirip Formula 1

Menurut Acosta, situasi saat ini membuat pembalap sulit bersaing di barisan depan jika tidak didukung paket motor yang kompetitif.

Ia bahkan melihat arah perkembangan MotoGP mulai mendekati Formula 1, di mana faktor teknis memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap performa pembalap di lintasan.

“Sekarang sangat sulit berada di depan dalam balapan apa pun tanpa senjata yang tepat. Kita harus mengakui itu. Pada akhirnya, saya pikir Formula 1 lebih buruk, namun (MotoGP) lama-lama juga bergerak ke arah sana,” tuturnya.

Pernyataan tersebut muncul di tengah semakin kompleksnya teknologi yang digunakan pada motor MotoGP modern, mulai dari aerodinamika, perangkat elektronik, hingga sistem pengatur ketinggian motor.

Teknologi Membantu, Tapi Juga Bisa Jadi Masalah

Acosta mengakui perkembangan teknologi memang membuat motor semakin cepat dan efisien. Namun di sisi lain, ketergantungan terhadap berbagai perangkat tersebut membuat pembalap memiliki lebih sedikit kendali dibanding sebelumnya.

Menurutnya, ketika salah satu sistem tidak bekerja sebagaimana mestinya, performa motor bisa langsung menurun drastis.

“Sekarang kita memiliki motor yang sangat canggih secara teknologi: jika perangkat belakang tidak berfungsi dengan baik, Anda akan terjebak. Ada banyak hal di luar kendali para pembalap,” ungkapnya.

Pembalap berusia 22 tahun itu juga menilai para pembalap saat ini harus mengambil risiko lebih besar untuk bisa tampil kompetitif di tengah perkembangan teknologi yang semakin rumit.

“Saya pikir siapa pun yang berprestasi dengan motor modern melakukannya karena risiko ekstra yang harus mereka ambil,” kata dia menambahkan.

Pandangan Acosta menambah panjang perdebatan soal arah perkembangan MotoGP. Di satu sisi, teknologi membuat motor semakin cepat dan canggih. Namun di sisi lain, muncul kekhawatiran bahwa faktor kemampuan alami pembalap perlahan mulai tersisih oleh dominasi perangkat teknis dan kerja para insinyur.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Ronalds Petrus Gerson
Ronalds Petrus Gerson
Tim Redaksi :

SELURUH ISI KONTEN BUKAN TANGGUNG JAWAB REDAKSI HOLOPIS.COM

Berita Lainnya

DKI JAKARTA
☀️
00:00:00
Memuat Kalender...
MEMUAT... - ---- H
MEMUAT... 00:00
-- : -- : --

YANG BARU