Daftar Saham Big Caps yang Jadi Biang Kerok IHSG Ambles 8,69 Persen Dalam Sepekan

0 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Kejatuhan sejumlah saham berkapitalisasi besar atau big caps menjadi faktor utama di balik ambruknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dalam sepekan terakhir perdagangan.

Sepanjang periode perdagangan 2–5 Juni 2026, IHSG terkoreksi hingga 8,69 persen dan membuat nilai kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia (BEI) menyusut sekitar Rp922 triliun.

Data BEI menunjukkan, bahwa saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjadi pemberat terbesar bagi IHSG. Saham bank swasta terbesar di Indonesia itu terkoreksi 10,96 persen dan menggerus indeks hingga 58,55 poin.

Di posisi kedua terdapat PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) yang turun 7,12 persen dan menekan IHSG sebesar 32,93 poin. Tekanan berikutnya datang dari PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) yang melemah 8,91 persen dengan kontribusi negatif mencapai 28,19 poin terhadap indeks.

Tak hanya sektor perbankan dan telekomunikasi, saham PT Barito Pacific Tbk (BRPT) juga menjadi salah satu penyebab utama pelemahan pasar. Saham BRPT anjlok 23,71 persen dan mengurangi IHSG sebesar 25,88 poin.

Sementara itu, saham PT Mora Telematika Indonesia Tbk (MORA) turun 17,39 persen dan menekan indeks sebesar 21,52 poin. Disusul PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) yang terkoreksi 5,88 persen dengan kontribusi negatif 18,78 poin.

- Advertisement -

Tekanan juga datang dari PT Astra International Tbk (ASII) yang turun 8,60 persen dan menggerus IHSG sebesar 17,16 poin. Kemudian PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) yang melemah 13,24 persen dengan kontribusi negatif 15,87 poin.

Dua saham lainnya yang masuk daftar top laggards adalah PT DCI Indonesia Tbk (DCII) yang menekan IHSG sebesar 14,62 poin dan PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) sebesar 12,76 poin.

Sekretaris Perusahaan BEI, Kautsar Primadi Nurahmad mengatakan, pergerakan pasar saham selama pekan ini menunjukkan kinerja yang beragam di tengah tekanan kuat pada indeks utama.

Ia menjelaskan bahwa IHSG turun hingga 8,69%, ditutup pada level 5.594,765 dari sebelumnya 6.127,381. Kapitalisasi pasar BEI juga turun 8,59% menjadi Rp9.807 triliun dari Rp10.729 triliun di pekan sebelumnya. Dibandingkan awal tahun, penyusutan sudah mencapai Rp6.207 triliun atau 38,8%.

Meski indeks dan kapitalisasi pasar mengalami penurunan tajam, aktivitas perdagangan justru menunjukkan peningkatan. Rata-rata frekuensi transaksi harian naik 14,11 persen menjadi 2,41 juta transaksi dari sebelumnya 2,11 juta transaksi.

Selain itu, rata-rata volume transaksi harian juga meningkat 8,66 persen menjadi 33,63 miliar saham dari 30,95 miliar saham pada pekan sebelumnya.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Khoirudin Ainun Najib
Khoirudin Ainun Najib
Tim Redaksi :

Berita Lainnya

DKI JAKARTA
☀️
00:00:00
Memuat Kalender...
MEMUAT... - ---- H
MEMUAT... 00:00
-- : -- : --

YANG BARU