KKP Buka Akses Ekspor Ikan ke China, 638 UPI Indonesia Kantongi Izin Resmi

2 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Industri perikanan Indonesia kembali mendapat kabar menggembirakan. Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) berhasil memperluas akses pasar ekspor ke China setelah ratusan unit pengolahan ikan (UPI) memperoleh izin resmi untuk memasuki pasar negara dengan populasi terbesar di dunia tersebut.

Kepala Badan Pengendalian dan Pengawasan Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan (Badan Mutu) KKP, Ishartini, mengatakan hingga saat ini sebanyak 638 UPI Indonesia telah mengantongi nomor registrasi atau izin ekspor dari otoritas China.

“Terbaru, CA Tiongkok (General Administration of Customs of the People’s Republic of China/GACC) mengeluarkan izin bagi delapan UPI baru pada Senin, 11 Mei lalu, sehingga total menjadi 638 unit UPI,” kata Ishartini dalam keterangannya pada Minggu (31/5/2026).

Delapan perusahaan yang baru mendapatkan izin tersebut adalah PT Duta Mitra Semesta, PT BPH Global Indonesia, CV Daniel Nathania Fishery, PT Bintang Samudera Pratama, PT Ramantha Kawanua Indonesia, PT Marindo Jaya Maros, PT Jaya Mega Samudra, dan PT Zhongyi Supply Chain Services.

Menurut Ishartini, persetujuan itu diberikan setelah proposal yang diajukan melalui mekanisme kerja sama bilateral atau Mutual Recognition Arrangement (MRA) disetujui oleh General Administration of Customs of the People’s Republic of China (GACC).

Dengan bertambahnya jumlah UPI yang mendapat akses ekspor, peluang industri perikanan nasional untuk meningkatkan penetrasi pasar di China semakin besar.

- Advertisement -

Saat ini terdapat sekitar 1.080 jenis komoditas perikanan Indonesia yang telah diekspor ke China. Sepanjang 2025, volume ekspor perikanan Indonesia ke Negeri Tirai Bambu mencapai 491.528 ton dengan nilai mencapai 1,04 miliar dolar AS atau sekitar Rp17,46 triliun.

Komoditas utama yang paling banyak diekspor antara lain cumi beku (frozen squid), rumput laut eucheuma cottonii, rumput laut gracilaria, ikan layur beku (frozen ribbon fish), hingga ikan croaker beku.

Ishartini mengingatkan seluruh pelaku usaha agar tetap menjaga kualitas produk dan menerapkan standar sanitasi, higiene, serta keamanan pangan secara konsisten.

“Hal ini untuk menjaga keberterimaan produk serta penguatan kepercayaan internasional yang akan menambah daya saing,” imbuhnya.

Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, juga menegaskan pentingnya menjaga kualitas produk perikanan Indonesia agar mampu bersaing di pasar global dan menjadi pemain utama di era perdagangan bebas.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Ronalds Petrus Gerson
Ronalds Petrus Gerson
Tim Redaksi :
Apresiasi untuk Ronalds Petrus Gerson

Menyukai tulisan ini? Dukung penulis agar dapat terus menghadirkan karya dan artikel berkualitas.

Pembayaran via QRIS, GoPay, DANA, OVO, & ShopeePay.

SELURUH ISI KONTEN BUKAN TANGGUNG JAWAB REDAKSI HOLOPIS.COM

Berita Lainnya

DKI JAKARTA
☀️
00:00:00
Memuat Kalender...
MEMUAT... - ---- H
MEMUAT... 00:00
-- : -- : --

YANG BARU