Sejarah Nusakambangan, Pulau Penjara yang Kini Jadi Tempat Ammar Zoni Dipindahkan

0 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Nama Pulau Nusakambangan kembali jadi perhatian publik setelah aktor Ammar Zoni dipindahkan ke lembaga pemasyarakatan di kawasan tersebut. Mantan suami Irish Bella itu diketahui dipindahkan pada Jumat malam, 8 Mei 2026 sekitar pukul 23.55 WIB dengan pengawalan ketat dari aparat gabungan.

Kasubdit Kerja Sama Ditjenpas, Rika Aprianti, mengatakan proses pemindahan Ammar melibatkan pengamanan dari berbagai pihak, mulai dari Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat, petugas Ditjenpas, TNI, Polri, hingga petugas Lapas Narkotika Jakarta.

“Pelaksanaan pemindahan dilakukan dengan pengawalan dan pendampingan dari Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat, petugas Direktorat Pamintel Ditjenpas, personel TNI dan Polri, serta petugas Lapas Narkotika Jakarta,” ujar Rika Aprianti dalam keterangannya, dikutip Holopis.com, (9/5).

Di balik statusnya sebagai penjara dengan keamanan tinggi, Nusakambangan ternyata punya sejarah panjang yang sudah dimulai sejak masa kolonial Belanda. Pulau yang berada di selatan Cilacap, Jawa Tengah itu bahkan sudah lama dikenal masyarakat sebagai “pulau penjara”.

Pulau Penjara Sejak Zaman Belanda

Nusakambangan mulai ditetapkan sebagai kawasan terlarang oleh pemerintah kolonial Belanda pada 1905. Lokasinya yang terpisah dari daratan utama, dikelilingi laut selatan dengan ombak besar, membuat pulau ini dianggap cocok dijadikan tempat penahanan.

Pemerintah Hindia Belanda kemudian membangun sejumlah penjara di kawasan tersebut untuk menahan para kriminal berat. Penjara di Nusakambangan mulai aktif digunakan sekitar pertengahan 1920-an dan sejak saat itu citranya sebagai pulau penjara terus melekat.

Setelah Indonesia merdeka, fungsi Nusakambangan tetap dipertahankan. Pada masa pemerintahan Presiden Soeharto, ratusan tahanan politik dilaporkan pernah dipenjara di pulau tersebut. Sebagian besar merupakan orang-orang yang dituduh terkait atau bersimpati dengan Partai Komunis Indonesia (PKI).

Pernah Jadi Lokasi Wisata hingga Terdampak Tsunami

Meski identik dengan penjara, Nusakambangan sempat dibuka sebagai lokasi wisata pada 1996. Namun citra pulau ini sebagai kawasan tertutup dan penuh misteri tetap lebih dikenal masyarakat dibanding sisi wisatanya.

Pulau tersebut juga pernah digunakan untuk menampung pengungsi Afghanistan pada 2001 setelah kapal mereka tenggelam saat mencoba menuju Australia. Namun sebagian pengungsi dilaporkan melarikan diri beberapa waktu kemudian menggunakan perahu nelayan kecil.

Selain itu, Nusakambangan juga ikut terdampak gempa dan tsunami Pangandaran pada 2006. Bencana yang dipicu gempa bawah laut berkekuatan 7,7 magnitudo itu menyebabkan sejumlah warga dan tahanan dilaporkan hilang.

Hingga kini, Nusakambangan masih dikenal sebagai salah satu kawasan lapas paling ketat di Indonesia. Nama pulau tersebut hampir selalu kembali jadi sorotan setiap kali ada narapidana kasus besar yang dipindahkan ke sana, termasuk Ammar Zoni.

0 Shares
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Darin Brenda Iskarina
Tim Penulis & Editor
Darin Brenda Iskarina

BACA LAINNYA

Holopis UMKM
DKI JAKARTA
☀️ 🌙
00:00:00
Memuat Tanggal...
MEMUAT
-
---- H
MEMUAT 00:00
-- : -- : --
Waktu Dhuha --:-- — --:--

YANG BARU