Epic Fury jadi Bumerang AS: 16 Pangkalan Rusak Parah Digempur Iran, Kerugiannya Fantastis

0 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Operasi militer Epic Fury yang dilakukan Amerika Serikat (AS)-Israel disebut beri pukulan besar terhadap kekuatan Iran. Selain sejumlah tokoh penting, pelemahan sistem pertahanan udara hingga penenggelaman kapal Iran jadi korban Epic Fury.

Namun, Iran yang tak tinggal diam melakukan serangan seporadis ke wilayah Israel hingga pangkalan militer AS di Kawasan Teluk. Ribuan drone dan rudal dilaporkan menghantam berbagai instalasi militer AS dan sekutunya di kawasan Teluk.

Selama enam minggu, fasilitas seperti radar, hanggar, gudang logistik, hingga pusat komando menjadi sasaran intens pasukan elite Iran, IRGC. Dampaknya, kerusakan yang terjadi disebut membutuhkan sumber daya besar untuk pemulihan.

Mengutip dari laporan media internasional, situasi ini memunculkan pertanyaan mendasar tentang masa depan kehadiran militer AS di kawasan. Para analis menilai, konflik ini bukan hanya soal kekuatan militer.

Namun, juga menyangkut keberlanjutan hubungan strategis dengan negara-negara tuan rumah.

Banyak pangkalan militer AS dilaporkan telah dikosongkan sebelum eskalasi memuncak. Kini, kedua pihak berada dalam fase menunggu di tengah upaya diplomatik yang berjalan tidak menentu.

- Advertisement -

Ketidakpastian pun menyelimuti soal kapan AS akan kembali menjalankan operasi normalnya di kawasan tersebut.

“Banyak hal bergantung pada bagaimana perang dengan Iran ini berakhir, atau apakah perang ini akan berakhir,” kata Will Todman, peneliti senior di Center for Strategic and International Studies dikutip pada Minggu, (3/5/2026).

Ia menambahkan masih ada begitu banyak pertanyaan yang belum diketahui jawabannya. Hal itu termasuk kekuatan militer AS di kawasan Teluk.

“Dan situasinya bisa berubah ke berbagai arah tergantung pada bagaimana perkembangan situasi lainnya,” jelas Todman.

Salah satu titik krusial berada di Bahrain, negara kepulauan di Teluk Persia yang selama puluhan tahun menjadi basis penting militer AS. Wilayah ini menampung Komando Angkatan Laut Pusat AS serta ribuan personel militer dan sipil Amerika.

Kedekatannya dengan Iran, sekitar 120 mil, membuatnya menjadi lokasi strategis sekaligus rentan.

Di tengah konflik yang disebut dimulai sejak 28 Februari, laporan media internasional mengungkap skala kerusakan yang signifikan. Berdasarkan investigasi yang mengutip citra satelit dan wawancara dengan pejabat AS serta negara Teluk, Iran dan sekutunya dilaporkan telah merusak sedikitnya 16 instalasi militer AS di delapan negara.

Seorang ajudan kongres yang mengetahui penilaian kerusakan menyebut dampaknya cukup luas. “Ada berbagai macam penilaian,” kata sumber tersebut.

Kerusakan yang parah imbas gempuran Iran membuat kerugian yang diderita AS. Angka kerugiannya cukup fantastis tapi pihak AS tak membeberkannya.

“Dari sisi yang cukup dramatis, yaitu seluruh fasilitas hancur dan perlu ditutup, hingga para pemimpin yang mengatakan hal-hal ini layak diperbaiki karena manfaat strategis yang diberikannya kepada AS,” lanjut sumber itu.

Perbedaan penilaian ini mencerminkan ketidakpastian yang masih membayangi kondisi militer AS. Sebagian pihak melihat kerusakan sebagai ancaman serius terhadap keberlanjutan operasi militer AS.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Dani Yoga
Dani Yoga
Tim Redaksi :

SELURUH ISI KONTEN BUKAN TANGGUNG JAWAB REDAKSI HOLOPIS.COM

Berita Lainnya

DKI JAKARTA
☀️
00:00:00
Memuat Kalender...
MEMUAT... - ---- H
MEMUAT... 00:00
-- : -- : --

YANG BARU