HOLOPIS.COM, JAKARTA – Dua wisatawan asal Rusia berhasil diselamatkan dari situasi berbahaya di kawasan Pantai Cemongkak, Bali. Dua bule itu terjebak di bawah tebing Uluwatu saat kondisi gelombang mulai pasang.
Operasi evakuasi dramatis ini melibatkan helikopter dan koordinasi cepat lintas tim penyelamat.
Kepala Basarnas Bali, I Nyoman Sidakarya, menjelaskan kedua warga Rusia itu berhasil dievakuasi dengan selamat dan dibawa ke helipad.
“Akhirnya keduanya berhasil diselamatkan dan selanjutnya mendarat di hellyport SGi Air Bali kurang lebih pukul 15.15 Wita,” kata Sidakarya dikutip pada Jumat, (24/4/2026).
Laporan awal diterima dari salah satu pegawai klub pantai sekitar pukul 13.10 Wita. Delapan personel langsung diberangkatkan menuju lokasi setelah diketahui korban terjebak sejak sekitar pukul 11.30 Wita.
Korban diketahui bernama Sergei Starostin (51) dan Diana Zolotova (20). Melihat posisi mereka yang berada jauh di bawah tebing serta ancaman air laut yang terus naik, tim SAR memutuskan menggunakan jalur udara.
“Anggota kami dari Kantor Basarnas Bali langsung koordinasi, dan on board personel kita di helikopter SGi Air Bali satu orang,” jelas Sidakarya.
Helikopter lepas landas dari Hellyport Benoa pukul 14.46 Wita dan tiba di lokasi sekitar 12 menit kemudian. Proses evakuasi dilakukan dengan metode hoisting, yakni pengangkatan korban menggunakan tali dari udara.
“Tidak ada permasalahan signifikan, tetapi harus lebih cepat dalam proses tersebut, karena melihat gelombang yang cukup naik, dan kita menggunakan hoisting, dan satu per satu korban bisa kita evakuasi,” tuturnya.

Keduanya berhasil dievakuasi dalam kondisi relatif baik. Namun, Sergei mengalami luka ringan di bagian kaki dan siku akibat benturan dengan karang.
Berdasarkan informasi di lapangan, kedua wisatawan tersebut diduga berenang menuju area pantai menggunakan jaket keselamatan. Namun, saat hendak kembali, gelombang pasang menghantam dan menyeret mereka ke tepi karang di bawah tebing.
Pun, setelah dievakuasi, korban memilih tak melanjutkan pemeriksaan ke rumah sakit. Penanganan medis ringan diberikan oleh tim dari Klinik Nusa Medika di lokasi.
Operasi penyelamatan ini juga melibatkan berbagai unsur, mulai dari kepolisian, tim SAR laut, lifeguard, tenaga medis, hingga masyarakat setempat. Kolaborasi cepat ini menjadi kunci keberhasilan evakuasi di tengah kondisi alam yang tidak bersahabat.

