HOLOPIS.COM, JAKARTA – Kemenangan dramatis yang diraih Inter Milan atas Como 1907 bukan sekadar tambahan tiga poin. Laga tandang melawan Como justru menjadi panggung pembuktian mental juara yang mulai matang.
Bertanding di Stadio Giuseppe Sinigaglia, Senin (13/4/2026) dini hari WIB, Inter menunjukkan karakter luar biasa dengan membalikkan keadaan. Tim asuhan Christian Chivu menang 4-3 setelah sempat tertinggal dua gol.
Como membuka keunggulan lewat gol Alex Valle (36’) dan Nico Paz (45’). Tim tuan rumah sempat tampil agresif di bawah arahan Cesc Fabregas, membuat Inter kesulitan di babak pertama.
Namun, gol Marcus Thuram jelang turun minum menjadi titik balik penting. Inter menutup babak pertama dengan harapan, meski masih tertinggal 1-2.
Memasuki babak kedua, kesalahan fatal pemain Como langsung dimanfaatkan Thuram untuk menyamakan skor menjadi 2-2 di menit ke-49.
Tak lama berselang, Inter mulai mengendalikan permainan. Denzel Dumfries membawa Nerazzurri berbalik unggul 3-2 lewat assist Hakan Calhanoglu.
Dominasi Inter makin terlihat saat Dumfries mencetak gol keduanya di menit ke-72. Gol Timnas Belanda itu mengubah skor menjadi 4-2 dan seolah mengunci kemenangan.
Como pun sempat memperkecil ketertinggalan lewat penalti gelandang asal Prancis, Lucas Da Cunha di menit ke-89.
Namun, hingga peluit panjang berbunyi, Inter mampu menjaga keunggulan tipis 4-3—sebuah kemenangan yang mencerminkan kematangan mental tim.
Pelatih Inter, Cristian Chivu, mengatakan kemenangan ini menunjukkan identitas timnya yang tak mudah runtuh.
“Kami menunjukkan karakter luar biasa. Bangkit dari situasi sulit seperti ini adalah tanda tim yang percaya pada prosesnya,” kata Chivu dikutip dari Football Italia, Senin, (13/4/2026)
Chivu juga menekankan pentingnya konsistensi jika Inter ingin benar-benar mengunci gelar.
“Kalau kami bisa menjaga level ini setiap pekan, maka kami punya peluang besar untuk meraih Scudetto,” lanjut pelatih asal Rumania itu.
Kemenangan ini membuat Inter kokoh di puncak klasemen Serie A dengan 75 poin dari 32 laga. Nerazurri unggul 9 poin dari pesaing terdekatnya, SSC Napoli yang berada di urutan dua. Lalu, selisih 12 poin dari AC Milan di posisi tiga.

