HOLOPIS.COM, JAKARTA – Inter Milan menunjukkan pesan kuat dalam perburuan gelar Serie A usai menghancurkan AS Roma dengan skor telak 5-2. Laga ini bukan sekadar kemenangan besar, tetapi juga panggung kebangkitan sang kapten, Lautaro Martinez.
Penyerang asal Argentina itu langsung mencuri perhatian di laga comeback-nya usai sembuh dari cedera.
Bermain di San Siro, Senin, (6/4/2026), dini hari WIB, Inter tampil agresif sejak awal. Lautaro yang baru kembali dari cedera sejak Februari langsung membuka skor hanya dalam hitungan detik.
Umpan matang dari Marcus Thuram disambut sepakan tajam Lautaro yang tak mampu dibendung lini belakang Roma.
Dominasi Inter
Inter tak mengendurkan tekanan. Selain dua gol dari Lautaro, kontribusi penting datang dari playmaker asal Turki Hakan Calhanoglu yang mencetak gol jarak jauh spektakuler. Gol Calhanoglu jadi salah satu momen terbaik dalam pertandingan.
Gol lainnya dicetak oleh Thuram dan Nicolò Barella, menegaskan dominasi penuh Nerazzurri sepanjang laga.
Dari laporan Football Italia, Inter mencatat penguasaan bola lebih dari 55 persen dengan total tembakan dua digit. Data itu menunjukkan efisiensi tinggi dalam penyelesaian akhir.
Sementara itu, La Gazzetta dello Sport menyoroti efektivitas serangan balik cepat Inter yang berulang kali merobek lini pertahanan Roma.
Adapun Roma datang ke laga ini dengan kondisi pincang. Sejumlah pemain kunci seperti Paulo Dybala dan Artem Dovbyk absen karena cedera, membuat lini serang mereka kehilangan daya gedor.
Meski sempat memberikan perlawanan dan mencetak dua gol balasan, Roma kesulitan mengimbangi intensitas permainan Inter. Kembalinya Matías Soulé setelah absen panjang belum cukup untuk mengubah jalannya pertandingan.
Pelatih Roma, Gian Piero Gasperini, mengakui timnya kalah kualitas dan intensitas. Bagi dia, Inter merupakan tim dengan level berbeda malam ini.
“Inter sangat klinis, dan kami membuat terlalu banyak kesalahan di momen krusial,” kata Gasperini seperti dikutip dari Football Italia, Senin, (6/4/2026).
Ia juga menyoroti kurangnya konsentrasi timnya di awal laga. “Kebobolan secepat itu mengubah rencana permainan. Kami mencoba bangkit, tetapi Inter menghukum setiap kesalahan,” tutur Gasperini.
Kemenangan ini mempertegas status Inter sebagai kandidat terkuat juara Serie A musim ini. Meski keunggulan poin sempat terpangkas, performa dominan ini menunjukkan konsistensi dan kedalaman skuad yang sulit ditandingi.
Kembalinya Lautaro Martinez menjadi faktor krusial dalam fase penentuan musim. Dengan lini serang yang kembali tajam, Inter kini semakin percaya diri menghadapi sisa kompetisi.
Inter saat ini berada di puncak klasemen Serie A Italia dengan 72 poin dari 31 pertandingan. Di urutan dua ada Milan dengan 63 poin dari 30 pertandingan.

