HOLOPIS.COM, JAKARTA – Momen Presiden RI Prabowo Subianto blusukan dengan menyusuri permukiman warga di bantaran rel kawasan Senen, Jakarta Pusat, jadi perhatian. Gaya blusukan RI-1 itu dinilai alamiah.
Pengamat komunikasi politik Universitas Esa Unggul, M. Jamiluddin Ritonga menganalisa blusukan ala Prabowo layak diapresiasi karena terkesan alamiah. Sebab, blusukan Prabowo dilakukan secara spontan dan mendadak.
“Blusukan dilakukan tanpa pemberitahuan formal sebelumnya, sehingga situasi lapangan apa adanya, bukan settingan,” kata Jamil, sapaan akrabnya, kepada awak media, Jumat, (27/3/2026).
Dia memaknai momen blusukan Prabowo yang disertai dialog dengan warga itu tampak santai, lugas, dan tak berjarak. Bagi dia, ada kesan interaksi kedekatan emosional antara Prabowo dengan warga setempat.
Pun, ia mengutip pernyataan Prabowo yang menjanjikan hunian layak bagi warga sekitar bantaran rel kawasan Senen.
“Solusi itu memang bagian dari hasil blusukan yang dilakukan secara alamiah, bukan untuk pencitraan sebagaimana yang kerap dilakukan Joko Widodo selama ini,” jelas Jamil.
Menurut dia, blusukan yang dilakukan Prabowo memiliki tujuan yang jelas untuk mennyelesaikan masalah warga setempat. “Bukan sekedar untuk bertemu warga demi popularitas,” ujar eks Dekan FIKOM IISIP Jakarta itu.
Lebih lanjut, Jamil juga menilai blusukan Prabowo juga terkesan alamiah karena dilakukan tanpa membawa tim kamera yang berlebihan.
“Blusukan yang dilakukannya lebih fokus pada pemecahan masalah, bukan pada optimalisasi dokumentasi untuk kepentingan pencitraan,” sebut Jamil.
Dia mengatakan demikian karena blusukan yang dilakukan Prabowo lebih banyak mendengarkan keluhan dan aspirasi warga setempat. Prabowo tidak mendominasi percakapan dalam blusukan tersebut.
Bagi Jamil, blusukan Prabowo terkesan ingin mengembalikan makna blusukan yang sesungguhnya.
“Prabowo blusukan dengan terjun langsung ke lapangan, menyapa rakyat, serta melihat dan mendengarkan langsung kondisi riil tanpa protokoler ketat,” tutur Jamil.
Jamil menekankan gaya Prabowo temui rakyatnya sesuai dengan tujuan awal blusukan. “Blusukan dilakukan untuk mengetahui kondisi rakyat secara langsung, memotong jalur birokrasi, dan memberikan solusi cepat,” sebut Jamil.
Menurut Jamil, esensi blusukan adalah pendekatan pemimpin yang egaliter dan dekat dengan rakyat.
“Karena itu, blusukan dapat berfungsi membangun kepercayaan (trust) rakyat kepada pemimpin. Kiranya itu yang ingin digapai Prabowo dengan blusukan ke rumah warga di pinggir rel kreta api di kawasan Senin, Jakarta,” jelas Jamil.


