HOLOPIS.COM, JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya Wakil Presiden (Wapres) ke-6 RI, Try Sutrisno.
“Atas nama pribadi dan selaku Menteri Koordinator @kemenkoinfra, saya turut berbelasungkawa yang sedalam-dalamnya,” ucap AHY melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, dikutip Holopis.com, Senin (2/3/2026).
Putra Presiden ke-6 RI itu mengenang almarhum sebagai sosok prajurit sejati yang mendedikasikan hidupnya untuk bangsa dan negara.
“Sepanjang hidupnya, beliau adalah sosok prajurit sejati sekaligus negarawan yang membaktikan seluruh jiwa dan raganya untuk kedaulatan, persatuan, dan kemajuan NKRI,” lanjutnya.
AHY menilai rekam jejak pengabdian Try Sutrisno, mulai dari medan tugas militer hingga mencapai puncak kepemimpinan nasional, menjadi bagian penting dalam sejarah Indonesia.
“Rekam jejak pengabdian beliau, dari medan tugas militer hingga puncak kepemimpinan nasional, telah menjadi bagian penting dalam sejarah bangsa yang tidak akan pernah kita lupakan,” tuturnya.
Ia menegaskan bahwa Indonesia kehilangan sosok teladan yang penuh integritas dan dedikasi tinggi terhadap negara.
“Kita kehilangan sosok teladan yang penuh integritas. Mari kita doakan semoga beliau husnul khatimah, diterima segala amal ibadah dan pengabdiannya, diampuni segala khilafnya, serta diberikan tempat terbaik di sisi Allah SWT,” kata AHY.
AHY juga menyampaikan doa dan dukungan moral kepada keluarga yang ditinggalkan agar diberikan ketabahan dan kekuatan.
“Kepada keluarga yang ditinggalkan, semoga senantiasa diberikan kesabaran, ketabahan, dan kekuatan untuk melanjutkan warisan nilai serta perjuangan yang telah beliau tinggalkan bagi kita semua,” pungkasnya.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Try Sutrisno menghembuskan napas terakhirnya di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Jakarta, Senin (2/3/2026), sekitar pukul 06.58 WIB.
Jenazah Try Sutrisno akan dishalatkan di Masjid Sunda Kelapa pada siang hari, sebelum dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta Selatan.


