MEMUAT...
-- --- ----
00:00:00
...
-- ...
Imsak 00:00
Subuh 00:00
Dzuhur 00:00
Ashar 00:00
Maghrib 00:00
Isya 00:00

ADB Siapkan Pendanaan US$ 2,7 Miliar untuk Indonesia pada 2026

0 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Bank Pembangunan Asia (Asian Development Bank/ADB) menyiapkan rangkaian pendanaan senilai US$ 2,7 miliar atau sekitar Rp 45,22 triliun (kurs Rp 16.749) untuk berbagai proyek prioritas di Indonesia sepanjang 2026.

Direktur ADB untuk Indonesia, Bobur Alimov, mengatakan dana tersebut akan digunakan untuk mendukung reformasi kebijakan di sejumlah sektor strategis, meliputi pendalaman sektor keuangan, tata kelola daerah, ketahanan air, transisi energi berkelanjutan, dan perlindungan laut.

- Advertisement -

“Rangkaian proyek penting ADB untuk Indonesia pada 2026 telah mencapai nilai indikatif US$ 2,7 miliar,” kata Alimov dalam keterangan tertulis, Kamis (26/2/2026).

Nilai pendanaan ini meningkat dibandingkan komitmen ADB pada 2025 yang mencapai US$ 2,4 miliar dalam bentuk pinjaman yang dijamin pemerintah. Dana tersebut digunakan untuk mendukung reformasi kebijakan, percepatan perdagangan, peningkatan produktivitas melalui program pembangunan modal manusia di bidang kesehatan dan pendidikan, serta transisi energi berkelanjutan. Adapun operasi sektor swasta ADB yang tidak dijamin pemerintah memberikan komitmen tambahan sebesar US$ 150 juta pada tahun yang sama.

- Advertisement -

Alimov menegaskan ADB tidak hanya memberikan pembiayaan, tetapi juga keahlian praktis, dukungan kebijakan, dan solusi jangka panjang selaras dengan prioritas Asta Cita pemerintah dan Strategi Kemitraan Negara 2025–2029.

“Kami mempertahankan keselarasan erat dengan visi pemerintah sehingga lebih dari sekadar pembiayaan, kami pun memberikan pengetahuan, saran kebijakan dan kemitraan jangka panjang demi mencapai Visi Indonesia Emas 2045,” ujarnya.

Sebagai informasi, ADB merupakan bank pembangunan multilateral yang didirikan pada 1966 dengan misi mengurangi kemiskinan dan mendorong pembangunan berkelanjutan di kawasan Asia dan Pasifik. Indonesia termasuk anggota pendiri ADB dan saat ini menjadi pemegang saham terbesar keenam lembaga tersebut.

Kemitraan ADB dengan Indonesia telah berlangsung hampir 60 tahun dan terus berkembang mengikuti kebutuhan pembangunan nasional, mulai dari fokus pertanian pada 1970-an, pembangunan infrastruktur transportasi dan energi pada 1980-an, hingga reformasi struktural pada 1990-an. ADB juga memberikan dukungan darurat saat Krisis Keuangan Asia 1997–1998, bencana gempa dan tsunami Aceh 2004, serta pandemi COVID-19.

Dalam kerangka Strategi Kemitraan Negara 2025–2029, ADB memperkuat fokusnya pada pembangunan infrastruktur dan modal manusia guna mendukung target Indonesia menjadi negara maju pada 2045.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
0 Shares
💬 Memuat kolom komentar Facebook...
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru