Kamis, 26 Feb 2026
BREAKING
Kamis, 26 Feb 2026
BAHASA
MEMUAT...
-- --- ----
00:00:00
...
-- ...
Imsak 00:00
Subuh 00:00
Dzuhur 00:00
Ashar 00:00
Maghrib 00:00
Isya 00:00

Bukan Lagi Jawa Sentris, Wapres Dorong Mahasantri Kawal Program Pemerintah hingga Pelosok Negeri

4 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming meminta generasi muda, khususnya kalangan mahasantri, untuk memutus mata rantai pembangunan yang bersifat “Jawa Sentris”. Wapres mendorong para santri menjadi pelopor pembangunan yang terjun langsung ke wilayah Indonesia Timur, seperti NTT hingga Papua.

Pesan kuat tersebut disampaikan Wapres Gibran saat menerima audiensi Dewan Pimpinan Pusat Persatuan Mahasantri Indonesia (DPP Mahasantri) di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Rabu (25/02/2026).

- Advertisement -

Dalam pertemuan tersebut, Wapres memaparkan visi besar Kabinet Merah Putih di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto yang fokus pada pembangunan manusia yang merata.

Ketua Umum DPP Mahasantri, M. Khairi mengungkapkan, Wapres menaruh harapan besar agar anak muda produktif tidak hanya berkumpul di Pulau Jawa, tetapi berani mengambil peran di daerah yang masih minim tenaga pendidik.

- Advertisement -

“Bapak (Wakil) Presiden berharap anak muda seperti kami ini bisa diterjunkan di Indonesia Timur. Tidak hanya di Jawa Sentris, ataupun orang-orang Timur itu datang ke Jawa. Tetapi juga orang Jawa pun bisa produktif di daerah Timur seperti Papua, NTT, dan lain sebagainya. Karena di sana dalam hal pendidikan dan juga guru masih minim,” tutur Khairi usai pertemuan, dikutip Holopis.com.

Pemerataan ini akan didukung melalui berbagai program strategis pemerintah, di antaranya Sekolah Garudadan Sekolah Rakyat, yang dirancang untuk membuka akses pendidikan seluas-luasnya di wilayah pelosok.

Selain pemerataan geografis, Wapres Gibran menekankan bahwa fondasi utama pembangunan SDM menuju Indonesia Emas adalah penguasaan teknologi mutakhir. Para santri diminta tidak gagap teknologi agar mampu bersaing menghadapi bonus demografi.

“Lalu arahan untuk santri melek digitalisasi, karena ke depan kita akan menghadapi bonus demografi. SDM di Indonesia ini agar bisa dipersiapkan melalui digitalisasi, AI, dan juga coding,” imbuh Khairi.

Tak hanya soal teknis, Wapres juga berpesan agar generasi muda memiliki literasi informasi yang kuat. Di tengah derasnya arus informasi, mahasantri diharapkan mampu menyaring berita secara kritis guna mencegah disinformasi yang berpotensi memecah belah bangsa.

Di akhir pertemuan, Khairi menegaskan komitmen DPP Mahasantri untuk menjadi mitra strategis pemerintah dalam mengawal setiap kebijakan, mulai dari penguatan UMKM hingga sektor pendidikan. Para santri dipersiapkan untuk menjadi “ujung tombak” pembangunan di akar rumput.

“Bagaimana kita sebagai generasi muda, sebagai santri itu untuk menjadi pelopor. Untuk menjadi pelopor kebangsaan,” ungkap Khairi.

Kesiapan mental dan fisik menjadi poin utama yang ditekankan oleh Wapres kepada para pengurus DPP Mahasantri. “Maka dari itu Bapak Wapres tadi mengarahkan kepada kami untuk bisa siap ditugaskan dimanapun,” tutup Khairi.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
4 Shares
💬 Memuat kolom komentar Facebook...
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru