Rabu, 25 Feb 2026
BREAKING
Rabu, 25 Feb 2026
MEMUAT...
-- --- ----
00:00:00
...
-- ...
Imsak 00:00
Subuh 00:00
Dzuhur 00:00
Ashar 00:00
Maghrib 00:00
Isya 00:00

Iran Borong Rudal Jelajah Supersonik dari China, Kapal Induk AS Siaga

24 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Ketegangan di kawasan Timur Tengah bakal kembali meningkat setelah Iran dilaporkan hampir mencapai kesepakatan strategis dengan China. Teheran dikabarkan memborong sejumlah rudal jelajah anti-kapal supersonik buatan China.

Langkah Iran itu dinilai berpotensi mengubah keseimbangan kekuatan militer di wilayah Timur Tengah. Apalagi di tengah meningkatnya kehadiran militer Amerika Serikat (AS) di perairan sekitar Teluk.

- Advertisement -

Mengutip dari laporan Fox News, Rabu, (25/2/2026), yang menyampaikan Teheran tengah merampungkan pembelian rudal supersonik CM-302 buatan China yang memiliki kemampuan jelajah hingga sekitar 180 mil. Rudal ini dirancang terbang rendah di atas permukaan laut guna menghindari sistem pertahanan kapal perang.

Rudal berkekuatan dahsyat itu dinilai efektif untuk menargetkan armada laut lawan terutama kapal induk.

- Advertisement -

Kesepakatan tersebut diyakini akan memperkuat kemampuan militer Iran dalam menghadapi potensi ancaman dari kapal perang AS yang saat ini berada dalam radius operasional kawasan tersebut. Meski demikian, rincian terkait jumlah rudal supersonik maupun nilai transaksi belum diungkap ke publik.

Negosiasi antara Iran dan China mengalami percepatan setelah konflik bersenjata berdurasi 12 hari antara Iran vs Israel-AS pada Juni 2025. Perang tahun lalu itu berdampak pada meningkatnya tekanan terhadap infrastruktur militer Teheran sekaligus memicu ketegangan regional yang lebih luas.

Di sisi lain, AS sudah mengerahkan sejumlah armada tempur kapal induk ke kawasan Timur Tengah. Langkah Presiden AS Donald Trump itu sebagai bagian dari langkah antisipatif terhadap dinamika keamanan yang berkembang.

Beberapa di antaranya adalah USS Abraham Lincoln dan USS Gerald R. Ford, yang menjadi bagian dari salah satu pengerahan kekuatan laut terbesar AS di wilayah tersebut dalam beberapa tahun terakhir.

Presiden AS Donald Trump juga sempat beri ultimatum kepada Iran terkait program nuklirnya.

“Saya memberi Iran waktu 10 hari untuk mencapai kesepakatan mengenai program nuklirnya atau menghadapi potensi tindakan militer,” kata Trump pada 19 Februari lalu.

Namun, belum diketahui kepastian terkait jadwal pengiriman rudal maupun keputusan final dari pihak China untuk melanjutkan transaksi itu. Hal itu mengingat meningkatnya sensitivitas situasi keamanan regional yang dapat berdampak pada stabilitas global.

Dari analisa pengamat, jika Iran borong rudal supersonic terealisasi, maka potensi eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah akan semakin tinggi. Hal itu terutama dengan meningkatnya kehadiran militer negara besar seperti AS di wilayah tersebut.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
24 Shares
💬 Memuat kolom komentar Facebook...
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru