HOLOPIS.COM, JAKARTA – Amerika Serikat (AS) mengerahkan tambahan aset militer ke Israel dan mengevakuasi sejumlah diplomatnya dari Lebanon pada Senin (23/2). Langkah tersebut terjadi di tengah meningkatnya ketegangan dengan Iran menjelang kelanjutan pembicaraan nuklir kedua negara.
Sejumlah pesawat tanker pengisian bahan bakar udara AS dan pesawat angkut berat C-17 Globemaster dilaporkan mendarat di Bandar Udara Ben Gurion dalam 24 jam terakhir. Informasi itu disampaikan lembaga penyiaran publik Israel, Kan.
Foto yang beredar menunjukkan pesawat-pesawat tersebut ditempatkan di bandara utama Israel yang berada di luar Tel Aviv. Bandara itu merupakan pintu gerbang internasional utama negara tersebut.
Pengerahan ini disebut sebagai bagian dari peningkatan kehadiran militer AS di kawasan. Langkah tersebut juga dikaitkan dengan persiapan menghadapi kemungkinan serangan terhadap Iran.
Situasi ini berlangsung di tengah memanasnya hubungan Washington dan Teheran. AS sebelumnya telah memperkuat kehadiran militernya dengan mengirim tambahan jet tempur, kapal induk, serta berbagai aset pendukung lainnya.
Pejabat AS menyatakan seluruh opsi tetap terbuka apabila jalur diplomasi gagal menyelesaikan sengketa terkait program nuklir dan rudal Iran. Iran di sisi lain memperingatkan akan melakukan serangan balasan terhadap target AS dan Israel apabila diserang.
Dalam perkembangan terpisah, Kedutaan Besar AS di Lebanon mengevakuasi puluhan staf melalui Bandara Beirut pada hari yang sama. Media Lebanon melaporkan langkah tersebut sebagai tindakan pencegahan menghadapi potensi eskalasi regional.
Perkembangan ini terjadi setelah dua putaran pembicaraan nuklir tidak langsung antara AS dan Iran digelar bulan ini, masing-masing di Muscat pada 6 Februari dan di Jenewa pada 17 Februari.
Menteri Luar Negeri Oman Sayyid Badr bin Hamad bin Hamood Albusaidi menyatakan putaran berikutnya pembicaraan AS-Iran dijadwalkan berlangsung pada Kamis (26/2) di Jenewa.


