Selasa, 24 Feb 2026
BREAKING
Selasa, 24 Feb 2026
MEMUAT...
-- --- ----
00:00:00
...
-- ...
Imsak 00:00
Subuh 00:00
Dzuhur 00:00
Ashar 00:00
Maghrib 00:00
Isya 00:00

SBY Warning! RI Terancam Serangan Udara, Doktrin Pertahanan Lama Dinilai Tak Relevan

10 Shares

HOLOPIS.COM. JAKARTA – Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY menyampaikan urgensi penguatan sistem pertahanan udara nasional di tengah pesatnya modernisasi teknologi militer global. SBY mengatakan demikian saat kuliah umum di Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), Jakarta, Senin kemarin.

Dalam paparannya, SBY mengingatkan bahwa doktrin pertahanan RI selama ini yang bertumpu pada kekuatan matra darat dinilai sudah tidak lagi memadai. Hal itu tak memadai untuk menghadapi pola peperangan modern yang semakin mengandalkan serangan jarak jauh berbasis teknologi udara.

- Advertisement -

“Air power ini sangat penting. Kalau dulu hankamrata kita menghadapi serangan dengan pertahanan pantai. Pertahanan pulau besar, perang gerilya dan serangan balasan. Itu doktrinnya dulu,” kata SBY dikutip pada Selasa, (24/2/2026).

Menurut SBY, kemajuan sistem persenjataan global sudah mengubah wajah konflik militer dari konvensional menjadi non-konvensional. Serangan kini bisa dilancarkan dari jarak jauh melalui udara dengan presisi tinggi, menyasar pusat pemerintahan hingga objek vital nasional.

- Advertisement -

SBY pun mencontohkan potensi risiko bila serangan udara menyasar wilayah strategis seperti Jakarta hingga industri pertahanan nasional di daerah.

“Sekarang begitu ada serangan udara menghancurkan Jakarta, PT Pindad di Bandung, PT PAL di Surabaya dan kota-kota lain, apa yang kita lakukan?” jelas eks Ketua Umum Partai Demokrat itu.

Maka itu, ia mendorong RI mulai mengembangkan sistem pertahanan berbasis teknologi mutakhir, termasuk pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dalam sistem persenjataan. Dia bilang transformasi itu harus diiringi dengan pembangunan sumber daya manusia dan kebijakan strategis yang adaptif.

“Sumber daya kita harus dibangun, keahlian kita harus dibangun, kebijakannya harus dibikin. Jadi, bagi saya apapun harus siap karena kita tidak bisa pilih-pilih,” jelasnya.

Adapun, Gubernur Lemhannas Ace Hasan Syadzily menambahkan dalam kuliah umum tersebut, SBY juga menyoroti meningkatnya potensi konflik global yang bisa memicu perang dunia ketiga.

“Beliau menyebutkan mungkin akan terjadi perang dunia ketiga karena beberapa potensi konflik di kawasan itu nyata, sinyalnya sudah sangat kuat,” kata Ace dalam konferensi pers.

Menurut Ace, sejumlah kawasan yang dinilai rawan konflik antara lain Laut Cina Selatan, Semenanjung Korea, hingga ketegangan antara China dan Taiwan. Selain itu, dinamika geopolitik di Greenland serta konflik di Timur Tengah yang melibatkan Palestina, Israel, Iran dan Amerika Serikat turut menjadi perhatian.

Menghadapi situasi itu, RI dinilai perlu meningkatkan kewaspadaan sekaligus memperkuat diplomasi dengan negara-negara besar dunia. Ace mengatakan upaya itu sudah mulai dilakukan oleh Presiden RI saat ini, Prabowo Subianto.

“Saya kira Bapak Presiden Prabowo Subiaanto telah melakukan itu dengan sangat baik dan kami terus mendukung upaya diplomasi,” ujarnya.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
10 Shares
💬 Memuat kolom komentar Facebook...
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru