HOLOPIS.COM, MUMBAI – Persaingan motor retro di pasar India semakin memanas. Jawa Motorcycles baru saja menyegarkan lini andalannya, Jawa 42, untuk menjegal dominasi Royal Enfield Classic 350 dan Hunter 350. Meski sekilas memiliki siluet yang serupa, Jawa 42 membawa identitas yang jauh lebih “berwarna” dan unik.
Berbeda dengan Royal Enfield yang kental dengan aura British Classic yang kaku dan maskulin, Jawa 42 terbaru tampil lebih berani. Mengusung konsep retro-racer, desainnya terinspirasi dari era keemasan balap Isle of Man TT.
Salah satu daya tarik utamanya adalah penggunaan warna Ivory klasik dengan sentuhan pastel yang lembut. Kesan minimalis namun elegan ini diperkuat dengan tangki model tear-drop serta panel instrumen asimetris yang memberikan karakter unik dibandingkan kompetitor di kelasnya.
Ada hal unik yang jarang diketahui orang di balik penamaan motor ini. Angka ’42’ ternyata bukan sekadar nomor urut. Angka ini terinspirasi dari novel legendaris karya Douglas Adams, “The Hitchhiker’s Guide to the Galaxy”.
Dalam novel tersebut, angka 42 disebut sebagai jawaban atas pertanyaan besar tentang makna kehidupan, alam semesta, dan segalanya. Filosofi ini sengaja disematkan Jawa untuk menyasar pengendara yang punya karakter unik, penuh rasa ingin tahu, dan berani tampil beda (anti-mainstream).
Di balik tampang klasiknya, Jawa 42 menyimpan jantung mekanis modern berupa mesin J-Panther 294 cc satu silinder yang sudah dilengkapi sistem pendingin cairan (liquid-cooled). Dapur pacu ini mampu memuntahkan tenaga maksimum hingga 27,32 PS dengan torsi puncak mencapai 26,84 Nm.
Untuk memastikan kenyamanan berkendara, daya tersebut disalurkan melalui transmisi manual 6-percepatan yang telah didukung fitur Assist & Slipper Clutch, sehingga perpindahan gigi terasa lebih halus dan ringan di berbagai kondisi jalan.
Secara teknis, motor ini dirancang sangat ergonomis bagi postur pengendara Asia dengan tinggi jok yang hanya 788 mm, sehingga sangat bersahabat untuk penggunaan harian di tengah kemacetan kota.
Jawa 42 dibangun di atas rangka double cradle dengan bobot isi (kerb weight) sekitar 184 kg. Di sektor kaki-kaki, kenyamanan didukung oleh suspensi teleskopik di depan dan twin shock absorber di belakang.
Sementara itu, urusan keamanan dipercayakan pada sistem pengereman cakram berukuran 280 mm di depan dan 240 mm di belakang yang sudah terintegrasi dengan teknologi Dual-Channel ABS.
Di pasar domestik India, Jawa 42 terbaru dibanderol dengan harga 1.84 lakh rupee, atau jika dikonversi ke rupiah berada di kisaran Rp 34 jutaan. Harga ini sudah termasuk garansi kendaraan selama empat tahun yang dapat diperpanjang hingga enam tahun.
Apakah motor “filosofis” ini mampu menumbangkan tahta Royal Enfield? Yang pasti, bagi pecinta motor klasik yang mencari sentuhan modern dan cerita di balik sebuah nama, Jawa 42 adalah opsi yang sangat menggoda.

