Senin, 23 Feb 2026
BREAKING
Senin, 23 Feb 2026
MEMUAT...
-- --- ----
00:00:00
...
-- ...
Imsak 00:00
Subuh 00:00
Dzuhur 00:00
Ashar 00:00
Maghrib 00:00
Isya 00:00

Pesona Kembang Jepun: Destinasi Wisata Budaya Paling Ikonik di Kota Pahlawan

13 Shares

HOLOPIS.COM, SURABAYA Jika tembok-tembok tua di kawasan Kembang Jepun bisa bicara, mereka akan menceritakan kisah tentang kejayaan niaga berabad-abad silam. Kawasan yang kini populer dengan nama Kya Kya ini bukan sekadar destinasi kuliner malam, melainkan sebuah fragmen sejarah yang masih berdenyut di tengah modernitas Kota Pahlawan.

Dahulu, di era kolonial Belanda, jalan ini menyandang nama Handelstraat. Sesuai namanya, area ini merupakan urat nadi perdagangan utama di Surabaya. Nama “Kembang Jepun” sendiri baru melekat kuat pada masa pendudukan Jepang, merujuk pada keramaian noni-noni Jepang yang dahulu menghuni kawasan ini, dan nama tersebut bertahan hingga lintas generasi.

- Advertisement -

Bagi pecinta sejarah dan arsitektur, Kya Kya adalah “museum terbuka”. Salah satu permata tersembunyinya adalah Rumah Abu Keluarga Han. Bangunan yang telah ditetapkan sebagai Cagar Budaya ini merupakan saksi bukt kontribusi keluarga Han dalam perkembangan Surabaya. Arsitekturnya yang megah dengan sentuhan Tionghoa klasik membawa pengunjung seolah kembali ke masa lampau.

Tak jauh dari sana, berdiri Klenteng Hok An Kiong. Tempat ibadah ini memiliki keunikan tersendiri sebagai satu-satunya klenteng di Surabaya yang memuja Dewa Makco (Dewi Laut). Keberadaan klenteng ini menegaskan identitas kawasan pesisir Surabaya yang sejak dulu menjadi titik temu berbagai bangsa.

- Advertisement -

Apa yang membuat Kya Kya unik adalah perayaan keberagamannya. Anda tidak hanya akan menemukan barongsai atau tradisi khas Tionghoa di sini. Secara berkala, alunan musik keroncong yang mendayu kerap memecah keheningan malam, menciptakan perpaduan budaya yang harmonis antara tradisi lokal dan peranakan.

Saat matahari terbenam, Kya Kya bertransformasi menjadi pusat kuliner yang menggoda selera. Di sini, pengunjung dapat memanjakan lidah dengan beragam pilihan kuliner khas Pecinan, mulai dari sajian dimsum yang hangat hingga mie otentik dengan resep turun-temurun.

Tak hanya masakan peranakan, kekayaan rasa lokal Surabaya juga hadir secara lengkap. Hidangan legendaris seperti rujak cingur dan tahu tek tetap menjadi primadona yang dicari banyak orang. Selain itu, deretan penjaja jajanan pasar menawarkan berbagai kudapan tradisional manis dan gurih yang kini sudah mulai sulit ditemukan di pusat perbelanjaan modern.

Untuk pengalaman maksimal, waktu terbaik untuk datang adalah pada akhir pekan saat malam hari. Pada saat itu, pengunjung dapat menikmati suasana car free night yang meriah serta menyaksikan berbagai pertunjukan seni budaya yang memukau di sepanjang jalan.

Bagi Anda yang gemar berfoto, pastikan untuk membawa kamera terbaik Anda. Setiap sudut bangunan tua di kawasan ini sangat Instagrammable, terutama dengan pendaran cahaya dari deretan lampion merah yang ikonik.

Mengingat area parkir yang cenderung padat saat jam operasional kuliner, sangat disarankan untuk menggunakan jasa transportasi daring agar perjalanan Anda lebih nyaman dan praktis.

Kya Kya Kembang Jepun bukan sekadar tempat makan,merupakan sebuah perjalanan melintasi waktu, sebuah pengingat bahwa Surabaya dibangun dari keragaman dan semangat niaga yang tak pernah padam.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
13 Shares
💬 Memuat kolom komentar Facebook...
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru