HOLOPISCOM, JAKARTA – Pendukung fanatik Inter Milan yang melempar flare kembang api ke arah kiper Cremonese Emil Audero dilaporkan kehilangan beberapa jari. Fans Inter itu kehilangan tiga jarinya saat hendak melempar flare kedua tapi malah mengenai tangannya.
Insiden mengerikan terjadi di menit 50 saat Inter sudah unggul 2-0 atas tuan rumah Cremonese. Lemparan terjadi dari area tribun pendukung Inter di Stadion Giovanni Zini, Cremona, Minggu malam Waktu setempat.
“Kembang api itu meledak tepat di sebelah kiper Cremona, Emil Audero, yang langsung jatuh ke lapangan karena terkejut,” tulis laporan The Sun yang dikutip Holopis.com, pada Selasa, (3/2/2026)
Imbas insiden itu, laga Cremonese vs Inter dihentikan sementara. Sebagian pemain dari kedua tim bergegas memeriksa kondisi Audero.
Saat itu, pemain Inter seperti Federico Dimarco, Lautaro Martinez, dan Alessandro Bastoni, hingga pelatih Cristian Chivu menegur langsung para ultras Nerazzurri di tribun penonton.
Dari laporan The Sun dengan mengutip Corriere della Sera, pelaku merupakan fans Inter yang nekat melempar flare. Tapi, apesnya saat melempar flare kedua malah meledak dan mengenai tangannya.
Mengalami luka serius, Ultras Inter itu kehilangan tiga jari. Dia kini dirawat di rumah sakit akibat kecelakaan tersebut.
Saat insiden sempat terjadi kericuhan di tribun penonton karena pendukung Inter lainnya sempat menyerang pelaku yang nekat melempar flare.
Dengan tangan terluka parah, Ultras Inter itu mendatangi rumah sakit. Dari situ, identitas pelaku terungkap.
Meski terkena lemparan flare, Audero masih memilih melanjutkan pertandingan hingga selesai. Di laga itu, Inter menang 2-0 lewat gol dari Lautaro dan Piotr Zielinski.
Presiden Inter, Beppe Marotta, mengecam aksi pelempar flare itu. Bagi dia, tindakan Ultras Inter itu tak masuk akal karena tak ada hubungan dengan nilai olahraga.
“Saya ingin mengutuk dan mengecam tindakan tidak masuk akal yang tidak ada hubungannya dengan nilai-nilai olahraga,” ujar Beppe.
Dia bilang pihak berwenang sedang menyelidiki insiden pelempar flare itu. Beppe pun memuji profesionalisme Audero yang terus memilih bermain.
“Profesionalisme Audero harus ditekankan; ia segera bangkit dan menyelesaikan pertandingan. Tetapi, kecaman harus eksplisit dan komprehensif,” sebut Beppe.

